Heboh PR Matematika Siswa Kelas 2 SD, Ini Kata Kemendikbud

by
September 23rd, 2014 at 8:56 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) akhirnya ikut menanggapi kontroversi pekerjaan rumah (PR) matematika siswa kelas 2 SD yang heboh di Facebook, belakangan ini. Kemendikbud mempunyai penjelasan tersendiri mengenai hal itu.

soal pr matematika

Soal matematika – Ist/Merdeka/Facebook

Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad menjelaskan bahwa dalam penerapan Kurikulum 2013, ada dua aspek penting yang menjadi penilaian guru pada murid. Yakni aspek kemampuan dan penalaran. Dan soal PR matematika itu, masuk dalam aspek penalaran.

“Dalam penalaran ini yang dipesankan, siswa diminta membuat jawaban untuk mencari pemecahan masalah tidak hanya satu jawaban,” jelas Ibnu, seperti dikutip dari Merdeka.com, Selasa (23/9/2014).

Terkait soal PR matematika “4+4+4+4+4+4=..x..=…”, menurut Ibnu, siswa berhak menjawab sesuai penalarannya. Ibnu pun mengatakan bahwa baik jawaban “4+4+4+4+4+4= 4×6 = 24” maupun jawaban “4+4+4+4+4+4= 6×4 = 24”, keduanya sama-sama benar, tergantung penalaran siswa masing-masing.

“Itu enggak salah, karena dalam penalaran enggak harus memberikan satu jawaban. Jika dia (siswa) penalarannya mengasosiasikan 4×6 bisa benar, 6×4 juga benar,” jelas Ibnu.

Ibnu pun menyayangkan masih ada guru yang menyalahkan nalar muridnya hanya karena tidak sesuai dengan pemikiran si guru. Menurut Ibnu, seharusnya para guru menghargai nalar atau pola pikir muridnya meskipun berbeda, asalkan hasilnya benar.

“Itukan nalar dia (siswa), harusnya penalarannya dihargai gurunya, selama masih masuk nalar boleh dong, kecuali hasilnya menjadi kurang,” kata Ibnu.

Seperti diketahui, seorang pengguna media sosial bernama Erfas memposting foto PR matematika adiknya yang mendapat hasil merah dari gurunya. Padahal, Erfas yang mengajari adiknya sangat yakin bahwa jawaban adiknya benar semua.

Dalam postingan tersebut, Erfas menjelaskan bahwa sang guru menyalahkan hasil PR adiknya hanya karena tata letak angka pada perkaliannya terbalik. Dalam PR itu, adik Erfas menjawab soal “4+4+4+4+4+4= 4×6 = 24”, namun menurut sang guru jawaban tersebut salah.

Guru tersebut menyalahkan jawaban adik Erfas karena angka pada perkaliannya terbalik. Sang guru menilai, jawaban yang benar adalah 6×4, sementara jawaban adik Erfas 4×6. Meskipun hasil akhirnya sama saja 24, sang guru tetap menyalahkan.

Bagaimana menurut Anda? (YG)

Comment di sini