SBY Tinggalkan Warisan Utang Rp 2.532 Triliun

by
September 30th, 2014 at 8:47 am

Jakarta (CiriCara.com) – Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera berakhir. Hal ini mengingat pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi akan segera dilaksanakan pada 20 Oktober, mendatang.

presiden susilo bambang yudhoyono

Presiden SBY – Ist

Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden SBY disebut bakal meninggalkan warisan utang yang tidak sedikit. Menurut Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, warisan utang yang bakal ditinggalkan SBY itu sebesar Rp 2.532 triliun.

Utang tersebut, lanjut Uchok, berasal dari pinjaman luar negeri selama pemerintahan SBY. “Pada tahun 2014, utang Indonesia sebesar Rp 2.532 triliun,” katanya di Galery Cafe, Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Selasa (30/9/2014).

Menurut Uchok, jika Indonesia ingin melunasi utang tersebut, maka setiap warga negara dapat dikenakan beban sebesar Rp 10.042.659. Hal ini diungkapkan Uchok dalam acara diskusi bertajuk “Implikasi Ekonomi Politik Utang Rezim SBY Terhadap Rezim Jokowi dan Anak Cucu Bangsa”.

Lebih lanjut, Uchok mengungkapkan bahwa kenaikan utang pemerintahan SBY dari 2013 ke 2014 mencapai Rp 157 triliun. Pasalnya, setiap tahunnya APBN selalu megalami defisit sehingga pemerintah harus mencari pinjaman untuk menutupi defisit tersebut.

Untuk mencegah agar APBN tidak defisit, Uchok pun menyarankan agar pemerintahan mendatang melakukan penghematan anggaran. Menurut Uchok, program penghematan negara ini bisa dimulai dari badan pemerintahan itu sendiri.

“Seperti anggaran fasilitas, perjalanan dinas, belanja operasional, makan minum untuk tamu. Itu bisa diperkecil atau dihilangkan tiap kementerian,” ujar Uchok.

Uchok menilai, langkah tersebut akan sangat membantu untuk menghemat anggaran negara agar tidak defisit. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu melakukan penghematan yang langsung berdampak pada masyarakat kecil, seperti menaikkan harga BBM subsidi.

(YG)

Comment di sini