Cara Atasi Mertua Suka Ikut Campur

by
October 1st, 2014 at 10:51 am

CiriCara.com – Memang dalam sebuah pernikahan selalu ada saja masalah yang muncul. Tak hanya karena ekonomi, cinta, kesetiaan, dan anak-anak saja yang menjadikan masalah, tetapi masalah juga akan timbul karena turut campur dari anggota keluarga yang lain, seperti contohnya mertua dan juga saudara-saudara ipar. Memang sebagian besar sosok mertua menjadi sosok yang harus di takuti oleh sebagian besar orang, khususnya bagi seorang wanita atau seorang istri.

mertua

Menghadapi mertua – Ist

Dalam membina sebuah rumah tangga seorang suami dituntut untuk lebih memperhatikan istri dan anak-anak mereka ketimbang kepada orang tua mereka. Bayangkan saja jika seorang mertua dengan terang-terangan mengatur segala hal tentang rumah tangga anaknya, tentunya akan membuat rumah tangga anak tersebut jadi tidak nyaman, baik bagi sang istri ataupun sebaliknya.

Apalagi jika menyangkut masalah keuangan. Boleh-boleh saja jika seorang anak memberikan nafkahnya yang lebih kepada orang tua, tetapi juga harus lebih mengutamakan kebutuhan kelurganya sendiri, terlebih jika hanya ada satu orang yang bekerja. Jika kondisi rumah tangga anaknya masih dalam keadaan kekurangan tentunya tidak harus mementingkan orangtuanya donk, bisa-bisa nanti rumah tangga si anak jadi hancur.

Jika seorang suami sudah mampu untuk membiayai keluarganya sendiri, tentunya seorang istri tidak akan keberatan jika harus merelakan nafkah suaminya yang lebih untuk mertuanya. Begitu juga sebaliknya, sebagai mertua yang mengerti kondisi anaknya tentu akan sangat membantu bagi sang anak untuk membuat rumah tangga anaknya jadi lebih tenang dan bahagia.Tentu saja kondisi tersebut akan berbeda jika suami istri sama-sama bekerja, tentu dalam hal keuangan tidak akan menjadi masalah yang utama.

Hanya saja masalah rumah tangga terkadang seorang mertua tidak hanya mempermasalahkan masalah keuangan saja, melainkan terkadang masalah muncul karena memiliki seorang mertua yang kolot akan mempermasalahkan hal-hal lain yang sebenarnya kuno dan ketinggalan zaman. Contohnya jika sang mertua mempermasalahkan hal yang lain, yang berbau-bau klenik, seperti masalah hari kelahiran (weton) yang tidak baik atau tidak cocok dengan anaknya.

Mertua yang matre / Ist.

Mertua yang matre / Ist.

Biasanya dalam masyarakat Jawa hal-hal semacam itu masih menjadi bahan pertimbangan untuk menggelar sebuah pernikahan. Dan tidak jarang sebagian masyarakat khususnya para orang tua sangat menentang anaknya berjodoh dengan seseoarang yang memiliki hari lahir (weton) tertentu. Padahal dalam segi agama dan zaman yang sudah serba modern ini hal-hal semacam itu sudah banyak yang meninggalan alias tidak digunakan. Tetapi bagi seoarang anak yang patuh dengan orang tua tentu hal tersebut akan diikuti dan dijalakan.

Dan karena itulah akan banyak muncul berbagai macam masalah dalam rumah tangganya yang sebenarnya sepele menjadi hal yang besar hanya karena hari lahir (weton) yang dianggap jelek atau kurang baik, kurang beruntung, kurang rezeki dan sebagainya. Tentunya akan membuat anak lebih berhati-hati agar rumah tangganya tetap utuh dan hubungan dengan orang tua tetap harmonis.

Jadi jika seorang suami bisa lebih bijak dalam menyingkapi semua masalah  yang mungkin akan muncul tentu kondisi rumah tangganya akan baik-baik saja.

Comment di sini