Saksi Bisu Gubernur Pertama Jatim

by
October 24th, 2014 at 1:31 pm

CiriCara.com – Jika kalian melakukan perjalanan dari arah Surabaya menuju Solo atau sebaliknya, tentu kalian akan melewati kota kecil paling ujung Provinsi Jawa Timur dan pastinya kalian akan melewati sebuah patung besar yang berdiri kokoh. Ya, benar banget kota kecil tersebut bernama Ngawi. Sebuah kota kecil paling ujung barat Provinsi Jawa Timur atau lebih tepatnya kabupaten perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.

monumen suryo ngawi

Patung di monumen Suryo – Ist

Di Kabupaten mungil ini ternyata terdapat sebuah monumen yang dibangun untuk menghormati jasa Gubernur pertama Provinsi Jawa Timur, siapa lagi jika bukan Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo atau yang lebih dikenal sebagai Gubernur Suryo. Gubernur Suryo meninggal dalam sebuah insiden kerusuhan yang dilakukan komunis pada tahun 1948.

Kejadian tersebut bermula pada bulan November 1948 saat presiden Soekarno melakukan pemanggilan terhadap semua gubernur dari semua provinsi untuk bertemu di Yogyakarta, yang pada saat itu Yogyakarta masih menjadi ibu kota Republik Indonesia. Ketika sang Gubernur dalam perjalanan pulang kembali ke Surabaya, ditengah jalan tepatnya di Dukuh Bago Desa Kedunggalar, Kabupaten Ngawi dihadang oleh segerombolah pengikut komunis. Sang Gubernur beserta rombonganpun dipaksa memasuki area hutan.

Saat di hutan itulah Sang Gubernur beserta rombongan dibantai habis-habisan oleh para pengikut komunis tanpa belas kasihan. Untuk mengenang jasa-jasa Sang Gubernur dan juga untuk mengenang kebiadaban komunis, pada tahun 1975 dibangunlah sebuah monumen disekitar tempat pembataian tesebut. Lokasi Monumen ini sangat strategis yaitu di pinggir jalan utama Ngawi-Solo Kilometer 19, tepatnya di Desa Pelanglor Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Atau, sekitar 20 kilometer arah barat dari Kota Ngawi. Cukup mudah dijangkau bukan?

So, kalian bisa mampir ke monumen bersejarah ini kapan pun kalian suka, atau ketika kalian lelah saat melakukan perjalanan dari Surabaya-Jogja atau sebaliknya mampir saja di Monumen saksi bisu Gubernur pertama Jawa Timur ini. Selain untuk sejenak beristrirahat melepas penat dan mengenang jasa-jasa Sang Gubernur, di Wana Wisata seluas 32 hektar ini pihak pengelolah telah menyediakan berbagai fasilitas di antaranya adalah bangunan pendopo untuk beristirahat, taman bermain anak-anak, musala, toilet, kios-kios tempat penjualan makanan dan cendera mata. Selain itu juga terdapat taman burung serta tempat pembibitan jati dan pohon lainnya yang dikelola oleh Perhutani KPH Ngawi. Seperti bibit pohon Sawo Kecik, Citradora, Cendana, dan Sono.

Selain berbagai fasilitas yang telah disediakan pihak pengelola, Wana Wisata ini juga banyak menawarkan beribu keindahan panorama alam. Misalnya dengan 23 jenis tanaman langka yang berjajar rapi di sekitar monumen, berbagai jenis burung yang dikembangbiakan dan masih banyak lagi. Dan satu lagi yang menjadi daya tarik turis domestik maupun manca yaitu pasar burung yang berada tepat disamping musium. Maklum saja harga burung dipasar ini memang terkenal miring sehingga banyak para turis yang terkadang memborong hanya untuk menambah koleksi mereka atau untuk dijual kembali.

monumen suryo

Acara gerak jalan di Monumen Suryo, Ngawi – Ist

Menurut pengelola Wana Wisata Monumen Soryo banyak pengunjung yang berdatangan baik dari dalam maupun luar negeri pada saat weekend. Biasanya mereka berombongan satu keluarga dengan menggunakan mobil, berdua bersama kekasihnya, dan tak jarang ada juga yang naik angkutan umum untuk berwisata di monumen ini.

“Maklum saja mbak disini kan gratis masuknya, paling cuma bayar uang parkir doang, jadi wajar saja jika saat weeked pengunjungnya bludak” begitu kata salah satu pengelola monumen.

Jika kalian sedang berwisata di monumen ini tidak usah takut kelaparan dan kehausan. Pasalnya di Wana Wisata ini banyak para pedagang yang menjajakan dagangannya. Kalian bisa memilih mau makan apa, ada bakso, pangsit mie, gado-gado, soto dan masih banyak lagi. Oya jika kalian singgah di monumen bersejarah ini jangan lupa untuk mencicipi es degan khas monumen ya. Banyak yang bilang kalian belum dikatakan singgah ke monumen Sorya jika belum mencicipi es degannya.

Merasa tertantang? Ayo Visit Ngawi mengunjungi monumen bersejarah ini, terlebih kalian yang ngaku arek JATIM. Jangan Ngaku cinta Provinsi JATIM (Jawa Timur) jika belum mengunjungi saksi bisu Gubernur Pertama Provinsinya.

Comment di sini