Memahami Jaket Tahan Air dan Cara Perawatannya

by
October 28th, 2014 at 10:26 am

CiriCara.com – Musim hujan datang dan pergi setiap tahun. Payung, jas hujan, dan jaket tahan air berubah menjadi kebutuhan primer yang selalu hadir menemani perjalanan, kecuali bagi mereka yang lebih memilih membatalkan semua rencana karena halangan hujan turun.

jaket anti air

Jaket anti air – Ist

Payung dan jas hujan relatif lebih murah daripada jaket tahan air dan tidak memerlukan perawatan khusus untuk menjaga ketahanannya menangkal air. Namun, keduanya cenderung tidak bergerak mengikuti mode. Sebaliknya, harga jaket tahan air berada pada kisaran yang lebih tinggi dan membutuhkan cara tersendiri ketika dicuci menggunakan mesin cuci.

Tipe-tipe jaket tahan air

Berdasarkan struktur pembentuk lapisan kedap airnya, jaket kedap air dibagi menjadi dua tipe. Jenis pertama adalah konstruksi membran berlapis yang diproduksi dengan cara menerapkan lapisan resin tipis langsung pada sisi dalam bahan jaket. Sepanjang jahitan juga disegel untuk mencegah rembesan air. Metode pelapisan ini bergantung pada perilaku molekul-molekul air dan memanfaatkan panas tubuh serta pengaturan kelembapan tubuh.

Jenis kedua adalah Durable Water-Repellent (DWR) yang ditambahkan pada bahan jaket untuk membentuk dinding pelindung. DWR melibatkan proses kimiawi yang membantu menangkal air sekaligus membantu kemampuan bahan jaket bernapas. Berbeda dari jenis pertama, DWR diterapkan pada bagian luar bahan jaket sehingga mudah terkena kotoran yang bisa memengaruhi performa kekedapannya.

Mengapa air mulai menembus?

Kotoran, noda, dan krim atau losion kulit merupakan beberapa elemen yang bisa menyumbat membran pada bahan jaket. Selain itu, DWR tidak bersifat permanen. Pemakaian yang berlebihan ditambah dengan paparan terhadap kotoran serta cara penggunaan mesin cuci yang tidak benar dapat memperpendek usia jaket tahan air.

Cara mencuci jaket tahan air

Perawatan secara benar akan menjaga jaket tahan air tetap dalam kondisi baik. Produsen garmen kedap air Gore-Tex menyarankan pencucian sendiri di rumah menggunakan mesin cuci dengan air hangat (40 derajat Celcius) dan tambahan sedikit deterjen cair biasa yang tidak mengandung pelembut atau pemutih.

memakai mesin cuci

Mencuci dengan mesin cuci – Ist

Sebelum memasukkan jaket tahan air ke dalam mesin cuci, tutup semua ritsleting, pasang semua kancing dan Velcro, serta kendurkan semua tali pengencang. Selalu ikuti petunjuk perawatan masing-masing jaket. Sekali cuci sebaiknya tidak lebih dari tiga jaket dalam satu tabung mesin cuci. Jika ada bagian yang terkena lumpur, bersihkan terlebih dulu dengan menyikat secara lembut di bawah air mengalir lalu beri sedikit deterjen cair pada bagian tersebut. Selain menjelaskan produk deterjen cairnya, situs Rinso juga menerangkan langkah demi langkah proses ini.

Jemur jaket tahan air hingga kering atau gunakan mesin pengering pada pengaturan hangat dan gentle. Mesin pengering bisa sekaligus mengaktifkan kembali DWR pada bahan jaket. Jika mesin pengering tidak tersedia, gunakan setrika untuk mengaktifkan kembali bahan kedap airnya. Letakkan handuk atau kain di antara setrika dan jaket kering, lalu setrika pada suhu sedang tanpa uap.

Apakah mencuci saja cukup?

Sebagian pakar menilai pencucian dan pengeringan jaket tahan air cukup untuk mengaktifkan kembali daya tahan air pada bahannya. Walau begitu, bahan penangkal air yang diterapkan selama proses produksi aus seiring usia pemakaian dan tidak bisa diaktifkan kembali. Gunakan produk perawatan yang dijual bebas pada bagian luar bahan kedap air. Beberapa merek berupa semprotan dan beberapa lainnya berupa cairan untuk campuran selama pencucian.

Comment di sini