Kiat Membangun Hubungan Baik dengan Pembantu

by
November 7th, 2014 at 9:17 am

CiriCara.comMempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantu mengurus dan membersihkan rumah merupakan keputusan besar bagi sebuah rumah tangga. Asisten rumah tangga yang tinggal serumah berarti menjadi bagian dari keluarga yang bersangkutan. Di pihak lain, bagi si asisten rumah tangga, ini merupakan tanggung jawab besar. Oleh karena itu, hubungan baik harus terjalin di antara kedua pihak. Jika majikan ingin rumah terurus, maka majikan pun perlu memerhatikan kondisi asisten rumah tangga.

majikan dan pembantu

Ilustrasi majikan dan pembantu – Ist/Tempo.co

Saran-saran yang dikemukakan di sini belum tentu cocok untuk masing-masing rumah tangga karena situasi setiap keluarga berbeda. Secara umum, dari mana pun asal dan usia pembantu, ia berhak mendapatkan apresiasi, perhatian dari majikan, dan lingkungan tempat kerja yang nyaman.

Mengawali hubungan kerja

Begitu pembantu tiba di rumah untuk pertama kalinya, hindari langsung menyodorinya setumpuk tugas membersihkan rumah. Ini saatnya memulai hubungan yang menguntungkan satu sama lain untuk jangka panjang. Buat ia merasa nyaman, antar menuju kamarnya, dan tunjukkan bagian-bagian rumah yang perlu ia ketahui.

Asisten rumah tangga akan tinggal satu atap, namun ia tetap merupakan orang yang bekerja untuk si tuan rumah. Pada bulan-bulan pertama, hubungan sebaiknya dijaga tetap formal. Seiring perjalanan waktu, pembantu akan mulai melebur menjadi bagian dari rumah tangga, namun hal ini bisa jadi memerlukan waktu beberapa bulan atau bahkan tahun.

Meningkatkan hubungan kerja

Hubungan antara majikan dan pembantu rumah tangga seharusnya tidak jauh berbeda dari hubungan antara perusahaan dan karyawannya dalam hal hak dan kewajiban. Majikan yang baik memberi asisten rumah tangganya kesempatan untuk berkembang dan bekerja lebih baik. Kemajuan yang dicapai asisten rumah tangga pada akhirnya juga akan menguntungkan si majikan sehingga kualitas hubungan kerja antara keduanya pun meningkat.

Sebagian asisten rumah tangga telah memiliki pengalaman, entah itu pengalaman pribadi atau pengalaman kerja, yang bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga yang baru. Namun, tidak sedikit juga yang masih minim pengalaman. Beberapa hal berikut ini bisa membuahkan hasil bagi majikan jika diterapkan secara benar.

  1. Supervisi kerja asisten rumah tangga dalam minggu-minggu awal. Luangkan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas rumah bersama sehingga pembantu bisa belajar rutinitas dan kesukaan majikan dalam mengurus rumah. Pada waktu yang sama, amati cara kerjanya. Berdasarkan hasil supervisi ini, tentukan keterampilan-keterampilan apa saja yang perlu diajarkan kepada pembantu.
  2. Selalu tingkatkan keterampilan asisten rumah tangga. Semakin banyak pengetahuan dan keterampilan dimiliki pembantu, semakin baik pula bantuan yang bisa ia berikan kepada majikan. Ajarkan cara memakai dan membersihkan perabot rumah tangga yang tidak pernah ia jumpai sebelumnya. Gunakan tips membersihkan rumah dari sumber-sumber yang kredibel untuk berbagai perangkat rumah.
  3. Biasakan asisten rumah tangga mengomunikasikan hambatan-hambatan ketika mengurus rumah. Salah satu caranya adalah dengan memintanya mengulangi instruksi majikan untuk memastikan ia memahaminya. Dalam keluarga besar, tetapkan siapa yang bisa memberinya perintah sehingga ia tidak kewalahan menghadapi instruksi-instruksi dari banyak orang. Ini juga membantu si asisten rumah tangga untuk memprioritaskan tugas dan tanggung jawabnya.
Comment di sini