Sejarah Hari Pahlawan Indonesia 10 November

by
November 10th, 2014 at 9:25 am

CiriCara.com – Setiap tanggal 10 November sejumlah masyarakat biasanya memperingatinya sebagai Hari Pahlawan Nasional Indonesia. Namun, sedikit yang tahu sejarah di balik penetapan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan.

bung tomo

Foto Bung Tomo – Ist/Clusm

Menurut artikel di Wikipedia, peringatan Hari Pahlawan itu dimaksudkan untuk memperingati perjuangan para pahlawan dalam Pertempuran Surabaya. Pasalnya, pertempuran tersebut merupakan konflik bersenjata skala besar pertama usai kemerdekaan Indonesia.

Pertempuran Surabaya itu sendiri terjadi pada tanggal 10 November 1945. Para tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya (Inggris) dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Pada tanggal 15 Oktober 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 2945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI untuk membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negaranya.

Namun, selain itu tentara Inggris juga mempunyai misi lain yakni untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. Tidak terima, rakyat Indonesia pun melakukan perlawanan terhadap tentara AFNEI.

Pada tanggal 29 Oktober 1945, Indonesia dan pihak tentara Inggris sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Meskipun konflik sempat mereda, benturan masih terus terjadi di antara kedua kubu hingga puncaknya, Brigadir Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur) pun terbunuh pada 30 Oktober 1945.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawan terhadap tentara AFNEI. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian ditolak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia saat itu sudah resmi merdeka dan memiliki Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai pasukan negara. Masyarakat pun ikut membentuk sejumlah organisasi perjuangan bersenjata untuk mengusir pemerintahan Belanda yang membonceng kehadiran tentara Inggris.

Pada 10 November pagi, akhirnya tentara Inggris melancarkan serangan berskala besar dengan mengebom sejumlah gedung pemerintahan di Surabaya. Sebanyak 30.000 infanteri dikerahkan oleh Inggris, mereka dilengkapi dengan pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Dalam pertempuran tersebut, banyak warga sipil yang jadi korban, baik meninggal maupun terluka.

Dari data di Wikipedia, Indonesia diperkuat oleh 20.000 tentara dan 100.000 sukarelawan. Korban tewas di kubu Indonesia diperkirakan mencapai 16.000 orang. Sementara di kubu Inggris sebanyak 2.000 tewas.

Bung Tomo menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh besar dalam peristiwa itu. Ia bersama sejumlah ulama terus menggerakan semangat perlawanan pemuda-pemuda dan juga santri-santri Surabaya untuk terus berjuang di tengah serangan Inggris.

Selain memperingati 10 November sebagai Hari Pahlawan Indonesia, peristiwa perang Surabaya itu pun sudah dijadikan animasi dokumenter. Berikut video trailer “Batle of Surabaya”.

(YG)

Comment di sini