Polemik Tes Keperawanan Calon Polwan

by
November 19th, 2014 at 9:14 am

Jakarta (CiriCara.com) – Para calon polisi wanita (Polwan) di Indonesia kabarnya harus melakukan tes keperawanan sebelum resmi jadi anggota polisi. Kabar ini pun langsung jadi perhatian dunia dan sempat dibahas oleh surat kabar Daily Mail Inggris.

polwan indonesia

Polwan – Ist

Kabar tersebut mencuat berdasarkan laporan dari organisasi hak asasi Human Rights Watch (HRW). Dimana dalam wawancara dengan delapan Polwan dan mantan Polwan, HRW mendapati pengakuan bahwa adanya praktik tes keperawanan.

Menurut HRW, beberapa calon Polwan bahkan baru diinformasikan tes keperwanan setelah mencapai tahap akhir seleksi. “Saya sangat malu, gugup, namun tidak bisa menolak,” ujar salah satu peserta tes Polwan tahun lalu kepada HRW.

Tidak hanya itu, peserta lain bahkan mengaku harus bugil di depan 20 orang lainnya, sesama calon Polwan, sebelum akhirnya dibawa ke sebuah ruangan tanpa pintu. Setelah itu barulah dilakukan tes keperawanan.

Seperti diberitakan Merdeka.com, Direktur Asosiasi Hak Asasi Perempuan HRW Nisha Varia menilai tes keperawanan yang dilakukan Polri itu adalah bentuk diskriminasi dan penghinaan terhadap martabat wanita. Pasalnya, mereka yang tidak lulus tes ini akan langsung diusir.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie membantah kabar pihaknya telah melakukan tes keperawanan bagi calon Polwan. Dia menjelaskan, baik calon polisi pria maupun Polwan memang menjalani tes kesehatan organ reproduksi.

“Tapi bukan tes keperjakaan atau tes keperawanan,” tegas Ronny.

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto juga membantah adanya tes keperawanan. Menurutnya, para calon polisi hanya melakukan tes kesehatan termasuk pengecekan kesehatan reproduksi.

“Itu untuk mengetahui apakah ada penyakit yang diderita peserta ini seperti kanker rahim atau kanker serviks atau apakah kondisi organ reproduksi itu dalam keadaan sedia kala atau perubahan rusak yang diakibatkan karena pernah mengalami kecelakaan seperti atlit yang luka sobek karena latihan atau penyakit atau karena berhubungan,” jelas Agus, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (19/11/2014).

Menurut Agus, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh dokter ahli dan perawat yang semuanya adalah perempuan. Tidak hanya peserta wanita, tes kesehatan organ reproduksi itu juga berlaku pada peserta pria.

“Jadi bukan tes keperawanannya. Artinya sehat atau tidak calon Polwan itu mencari yang terbaik secara fisik dan psikis,” ujar Agus.

Bagaimana menurut Anda?

(YG)

Sumber: merdeka.com

Comment di sini