Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 2013, Versi Guru

by
December 9th, 2014 at 10:49 am

Malang (CiriCara.com) – Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan kurikulum 2013 menimbulkan banyak polemik. Banyak yang setuju, namun tak sedikit pula yang menyayangkan keputusan tersebut, seperti Muhammad Nuh.

kurikulum 2013

Kurikulum 2013 – Kuambil

Tidak hanya di kalangan para pejabat, polemik penghentian kurikulum 2013 ini pun muncul di kalangan para guru dan pengusaha percetakan. Kebanyakan guru mengaku lega, namun di sisi lain para pengusaha mengaku mengalami kerugian karena penghentian kurikulum 2013 itu.

Lalu, sebenarnya seperti apa sih kurikulum 2013 itu?

Seperti diberitakan Merdeka.com, Selasa (9/12/2014), menurut salah satu guru SMP di Malang yang bernama Sri, sebenarnya sistem pembelajaran di kurikulum tersebut tidak semuanya buruk. Menurut Sri, kurikulum yang dikeluarkan pada era Muhammad Nuh ini punya kelebihan dan kekurangan.

Berikut kelebihan kurikulum 2013 menurut Sri, seperti dikutip dari Merdeka.com:

- Kurikulum 2013 ini melatih anak untuk lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Pasalnya, para siswa tidak hanya dituntut untuk menerima pelajaran dari guru tapi juga harus bisa mencari informasi di luar kelas secara aktif.

- Siswa dididik untuk mencari informasi sendiri di luar kelas dengan konsep 5 M: menemukan, menyampaikan pendapat di depan kelas, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan secara aktif dan mandiri. Dengan demikian saat mencari informasi, maka secara otomatis para siswa akan kembali membudayakan membaca. Budaya yang kini mulai redup.

- Sikap dan perilaku siswa baik di dalam kelas maupun dalam pergaulan bersama dengan temannya pun akan menjadi salah satu aspek penilaian.

Berikut kelemahan kurikulum 2013, menurut Sri yang perlu kembali dievaluasi, seperti dikutip dari Merdeka.com:

- Penilaian yang terlalu rumit: para guru diwajibkan untuk memberikan 3 set penilaian terhadap setiap siswa, diantaranya penilaian sikap, kognitif, dan keterampilan. Dimana masing-masing set tersebut masih harus dijabarkan lebih banyak lagi.

Misalnya: set penilaian saja sudah terdiri dari, penilaian observasi (kedisiplinan, kejujuran, peduli lingkungan, dsb), penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan penilaian jurnal. Ditambah penilaian per siswa harus berbeda-beda.

- Sarana dan prasarana belum memadai, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.

Setelah membaca penjelasan di atas, apa pendapat Anda? Setuju kurikulum 2013 dihentikan?

(YG)

Comment di sini