Ini Dia Cara Pelaku Merampok di Taksi

by
December 10th, 2014 at 1:24 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Tim penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap pelaku perampokan di dalam taksi. Dari laporan sementara, baru tiga orang tersangka yang berhasil diamankan oleh petugas.

taxi

Taksi – Ist

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan bahwa dua pelaku ES alias ED dan ST berhasil ditangkap lebih dulu oleh petugas. Setelahnya, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku lain yang berinisial AS.

Menurut Rikwanto, ED dan ST diketahui tergabung dalam 1 komplotan perampok spesialis taksi. Diduga, masih ada pelaku lainnya yang terlibat kasus perampokan dalam taksi. Saat ini pihak polisi masih akan terus melakukan perburuan terhadap pelaku.

Kok bisa ya, taksi yang terkenal karena kenyamanannya dan telah dioperasikan oleh perusahaan besar malah jadi tempat perampokan? Sebenarnya cara seperti apa yang dilakukan oleh para pelaku?

- Mobil taksi curian

Rikwanto mengatakan bahwa mobil taksi yang dipakai pelaku untuk merampok korbannya adalah mobil taksi curian. Jadi, pelaku ini bukan merupakan sopir dari perusahaan taksi. Hal ini terbukti dengan adanya laporan kehilangan mobil taksi yang masuk ke pihak polisi sebelum kejadian perampokan.

- Nomor lambung palsu

Setelah berhasil mencuri mobil taksi, pelaku kemudian memodifikasi nomor lambung resmi taksi tersebut agar tidak terlacak. Pelaku membuat nomor lambung sendiri. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa mobil taksi yang hilang diketahui dengan nomor lambung (bodi) 6075BD. Sedangkan taksi yang dipakai untuk merampok sudah berubah jadi DP8015.

- Pelaku bersembunyi di bagasi

Dari keterangan korban, diketahui bahwa pelaku bergerak tidak sendirian. Satu pelaku berperan sebagai sopir, sementara pelaku lainnya bersembunyi di bagasi dan saat memasuki jalan yang sepi, pelaku keluar dari bawah bangku penumpang lalu mengancam korban.

- Korban diturunkan di tempat sepi

Setelah berhasil merampas semua barang berharga korban, pelaku akan menurunkan korban di tempat yang sepi agar tidak diketahui orang. Pelaku jelas akan sulit dilacak perusahaan taksi karena mereka telah memasang nomor lambung palsu.

Mengantisipasi terjadinya perampokan dalam taksi, Rikwanto menyarankan bagi wanita yang akan memakai jasa taksi, sebaiknya pesan via telepon. Jika ada kerabat, ada baiknya minta dijemput saja apalagi jika saat malam hari.

Untuk saat ini pihak kepolisian sudah melakukan antisipasi dengan melakukan razia terhadap taksi-taksi yang beroperasi di Ibu Kota. Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen taksi dan juga sampai memeriksa bagasi taksi.

(YG)

Comment di sini