Band RNF: Kampanye Anti Miras dan Narkoba Lewat Musik

by
December 11th, 2014 at 9:10 am

Depok (CiriCara.com) – Bermain musik bagi beberapa orang ternyata tidak sekedar untuk menyampaikan hal-hal yang bersifat romantis, entah itu melalui lagu yang bertema cinta atau patah hati. Empat orang anak muda yang tergabung dalam band RNF (Rendy, Bobby, Alex, dan Billie) mengatakan bahwa selain karena hobi, dengan bermusik mereka mencoba menyampaikan hal positif kepada generasi muda berupa ajakan untuk menghindari minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.

rnf

Band RNF – Youtube

Ditemui saat tampil di event Jazz Goes To Campus (JGTC) 2014 yang digelar di kampus Universitas Indonesia, band ini membawakan lagu “Mirasantika” karya H. Rhoma Irama dengan aransemen Jazz yang lebih ngepop. Tentu saja penonton yang notabene didominasi oleh anak-anak muda menjadi tertarik dan memberikan perhatian.

Dipilihnya lagu Mirasantika ini tentu saja mempunyai maksud tertentu. Rendy Hendrawan vokalis RNF mengatakan bahwa lagu Mirasantika dipilih karena merupakan salah satu lagu dangdut yang familiar dan memiliki popularitas tinggi sehingga dapat mudah dicerna dan mudah disampaikan pesannya karena liriknya sangat catchy.

“Selain itu, lagu ini berisi pesan dari pengalaman penting yang dapat memberikan peringatan bagi kaum muda-mudi masa kini untuk menjauhkan diri dari minuman keras dan zat-zat perusak. Sesuai dengan target audiensi band kami, pesan akan lebih mudah disampaikan dengan daya tarik aransemen yang unik”, tambah Rendy

Tampaknya usaha mereka menyampaikan hal positif melalui kegiatan positif yang mereka lakukan yaitu bermusik ini sudah dilakukan sejak tahun 2010. Dimana mereka selalu membawakan lagu Mirasantika di setiap penampilan mereka. Setidaknya menurut mereka inilah hal kecil yang sementara ini baru bisa mereka lakukan untuk negeri kita tercinta ini. Target generasi muda yang mereka sasar juga terlihat dari banyaknya penonton muda berdasarkan komentar-komentar di video cover “Mirasantika” yang mereka unggah di Youtube sejak tahun 2012 dan mendapatkan lebih dari 100 ribu views.

Link: http://www.youtube.com/watch?v=5sINDzk3hto

“Kita harus mengerti sebab akibatnya lebih mendalam, kerugian dalam menggunakan zat-zat yang merusak tersebut dan mengambil contoh pengalaman yang sudah ada, bahwa yang enak belum tentu baik dan yang baik tidak selalu enak”, pungkas Rendy menutup pembicaraan.

Penulis: Lia Nur Andita

London School of Public Relation

Comment di sini