Janin Lenyap Saat Hamil?

by
December 17th, 2014 at 10:42 am

CiriCara.com – Kehamilan merupakan hal yang ditunggu-tunggu dan diinginkan oleh pasangan suami istri, terutama yang baru menikah. Pusing, mual, bahkan sudah tes kehamilan menggunakan test pack dan hasilnya positif, tetapi bagaimana mungkin tidak hamil? Kejadian ini memang sangat jarang terjadi, tetapi hal ini perlu diketahui oleh masyarakat, terutama para ibu-ibu. Banyak mitos yang ditimbulkan akibat kejadian ini, “Apa janin bisa lenyap ditengah masa kehamilan?” “Apa janin saya diambil oleh makhluk halus?.”

ibu hamil

Ist

Pertanyaan-pertanyaan itu bermunculan karena pada waktu-waktu yang lalu belum ada alat yang cukup canggih untuk memeriksa kehamilan. Kehamilan seringkali didiagnosis atas keluhan yang dialami oleh perempuan seperti sudah telat haid selama beberapa bulan, mual, pusing dan muntah-muntah. Padahal tanda-tanda tersebut belum bisa memastikan sepenuhnya bahwa sang ibu sedang dalam masa kehamilan.

Kehamilan Palsu atau False Pregnancy atau Pseudocyesis adalah keadaan dimana seorang wanita merasa bahwa dirinya sedang hamil (padahal tidak) yang tentu saja disertai dengan tanda-tanda atau gejala kehamilan yang sama dengan gejala kehamilan pada umumnya seperti perut membesar, payudara melembek dan membesar, berhenti datang bulan, merasakan pergerakan janin, mual, muntah, dan lain-lain. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pseudocyesis ini pada umumnya dapat terjadi kepada semua mamalia, baik binatang maupun manusia. Pada manusia, gejala ini sering dialami oleh para wanita yang berusia 20-40 tahun. Pseudocyesis ini terjadi karena faktor psikis. Faktor psikis ini sering timbul akibat pengaruh dari orangtua seperti suami, tetangga, mertua, dan lain-lain, misalnya suami yang ingin cepat-cepat punya anak, atau mertua yang mendesak terus untuk melakukan hubungan intim karena ingin menggendong cucu, hal-hal seperti ini yang bisa mempengaruhi faktor psikis si wanita sehingga kemungkinan mengalami pseudocyesis meningkat.

Tanda-tanda seperti perut membesar, pun bukan menjadi pertanda. Ada juga yang sudah menggunakan testpack dan mendapat hasil positif, tapi ternyata ia tidak hamil, bahkan ada yang merasakan pergerakan bayi dalam perut, tetapi ia juga tidak hamil. Perut membesar bukan tanda sedang terjadinya kehamilan. Perut membesar bisa terjadi karena sang ibu banyak makan karena merasa hamil, atau bisa juga karena air seni yang ditahan lama, atau tanda penyakit lainnya seperti adanya kista atau miom.

Sekalipun sudah mencoba tes kehamilan menggunakan test pack, tidak menjamin bahwa si ibu sedang hamil. Testpack tidak 100% efektif dalam mendiagnosis kehamilan. Karena jika tidak mengerti dalam menggunakan testpack, bisa membuat hasil tersebut seakan-akan positif. Gangguan hormon pun bisa membuat hasil testpack seolah-olah positif. Tetapi kesalahan-kesalahan ini pun belum tentu sepenuhnya kesalahan pengguna, tetapi bisa saja kesalahan dari alat tersebut seperti cacatnya alat tes kehamilan tersebut.

Keterlambatan Haid juga bisa terjadi pada gejala ini. Hal ini bisa terjadi karena faktor psikis yang mengganggu misalnya stress. Banyak kasus dimana saat perempuan sedang mengalami stress maka siklus haidnya pun berubah menjadi terlambat atau terlalu cepat.

Tak jarang para pria atau sang suami juga menderita kelainan ini. Jika gejala ini dialami oleh laki-laki, gejala ini disebut couvade atau sympathetic pregnancy. Para pria ini akan mengalami gejala seperti pasangan mereka yang sedang hamil. Di Indonesia biasa disebut suami yang ikut ngidam pada saat istrinya hamil.

Comment di sini