Hiburan Dari ‘Siti Hajar Binti James Bond’

by
December 24th, 2014 at 10:26 am

Pada akhirnya, karena terlalu sering disuguhi tontonan yang menyebalkan, rakyat pun terbiasa untuk mencaci, mengumpat dan menyumpah. Mereka pun, tak lagi sungkan mencerca para elit yang telah mengkhianati mandat. Mereka juga kian tak percaya lagi pada wakilnya yang tukang ribut dan doyan bolos. Hasil sigi Indikator Politik Indonesia (IPI) yang dilansir Juli 2013, mencatatkan 58 persen responden menyatakan tak percaya lagi partai politik. Hasil survei LSI ini hanya mengkonfirmasi betapa kekecewaan rakyat telah begitu menumpuk.

Sayang para elit tak pernah mau intropeksi, lalu merubah diri. Justru laku menyebalkan tetap saja dipertontonkan tanpa malu. Untungnya, Jokowi mengangkat Menteri Susi. Sehingga ada satu tontonan menarik yang bisa dinikmati sambil menyeruput segelas kopi. Tontonan yang cukup menghibur, di tengah berbagai tontonan lain yang hanya menambah penat.

Menteri Susi memang beda. Tanpa perlu basa-basi ala birokrasi, Menteri Susi dengan lugas gampang saja mengucap sebuah titah berani: “semua kapal yang mencuri ikan di perairan nusantara tenggelamkan!” Ya, titah itu tentu tak akan punya tuah, bila bos Menteri Susi di kabinet, Presiden Jokowi tak kalah lugas. Pemimpin dan anak buah memang harus satu irama, satu suara, nada dan semangat. Namun bukan asal bapak senang, tapi nyata bekerja dengan tindakan. Bukan anak buah yang gemar menjilat.

Tidak hanya cerita soal penenggelaman kapal saja yang cukup menghibur rakyat, tapi cerita-cerita lain dari Menteri Susi juga tak kalah menghibur. Cerita lainnya itu seperti penghentian pungutan bagi nelayan, ketegasan terhadap impor garam, penghapusan halte transit di tengah laut, moratorium kapal asing hingga kisah janji gaji yang akan disumbangkan untuk nelayan serta cerita lainnya.

Susi sadar, tak bisa menjaga kekayaan laut dengan wacana atau kebijakan yang biasa saja. Harus ada pukulan keras yang membuat shock para penggangsir isi perut laut Indonesia. Sebab, akibat illegal fishing, saban tahun negara menanggung kerugian hingga 300 trilyun. Jumlah ikan yang dirampok dari lautan khatulistiwa pun bikin membeliak mata, 600-800 ton per tahun. Data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) sendiri menyebut angka 50 trilyun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan yang menguap karena illegal fishing tiap tahunnya.

Comment di sini