Hiburan Dari ‘Siti Hajar Binti James Bond’

by
December 24th, 2014 at 10:26 am

Lautan adalah wajah terbesar negeri ini. Bentangan laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2. Karena itu Indonesia disebut negara maritim terbesar di dunia. Perairan Indonesia sendiri, terdiri dari perairan teritorial, perairan laut 12 mil dan perairan Zone Ekonomi Ekslusif (ZEE). Sebagai negara kepuluan, Indonesia terdiri dari 17.504 pulau. Garis pantainya, salah satu yang terpanjang di dunia, mencapai 104.000 kilometer. Sementara para penjaganya, terutama personil TNI Angkatan Laut, beserta peralatan pendukungnya seperti kapal perang dan kapal patroli belum sebanding dengan bentangan laut yang mesti di jaga.

Begitu pun dengan kapal pengawas laut yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kementerian ini hanya memiliki sebanyak 24 kapal. Padahal idealnya minimal punya 90 kapal pengawas. Bahkan dari 24 kapal yang ada, 12 kapal diantaranya sudah berusia 8-10 tahun, perlu peremajaan. Kekuatan kapal perang milik TNI-AL juga tak jauh berbeda, masih belum sebanding dengan luas lautan. Mengutip website Wikipedia.org, jumlah kapal perang yang dimiliki TNI AL, tercatat kurang lebih 148 kapal yang terdiri dari berbagai kelas dan jenis. Jumlah itu belum termasuk 2 kapal layar tiang tinggi yang ada di lingkungan TNI AL. Masih menurut situs Wikipedia, di luar 148 kapal perang, TNI-AL juga memiliki kapal patroli yang panjangnya kurang dari 36 meter. Kapal ini biasa disebut kapal angkatan laut atau KAL. Kapal jenis ini, dimiliki TNI-AL sebanyak 317 unit. Namun, jika melihat bentangan luas laut Indonesia, jumlah kapal perang dan kapal patroli lainnya yang dimiliki institusi-institusi terkait di Indonesia, belum sebanding. Sementara dari sisi potensi, perut laut Indonesia sangat kaya. Saking kaya potensi, lautan Indonesia sering dijuluki Marine Mega Biodiversity terbesar di dunia. Di dalam lautan nusantara, terdapat 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut dan 950 spesies biota terumbu karang.

Jadi siapa pun tak membantah, lautan negeri ini kaya akan segala jenis ikan. Tuna, tongkol, kerapu, lobster dan udang, semua ada. Tapi, kenapa nelayan selalu menjerit. Siapa yang menikmati? Harusnya yang menikmati kekayaan laut Indonesia adalah para nelayan. Mereka yang mestinya jadi tuan di lautan sendiri. Namun, kenapa para nelayan selalu menjerit dan merasa tak pernah menikmati kekayaan laut di negerinya sendiri. Ada yang menjawab, ini semua karena bahari tak lagi jadi perhatian. Nelayan dinomor duakan. Pemangku negeri dianggap lebih menganakemaskan sawit, ketimbang bahari. Lautan pun seakan dibiarkan tak bertuan. Para pencuri ikan pun leluasa menggangsirnya. Untung ada Menteri Susi, yang mau dan berani mengembalikan lautan pada pemiliknya, para nelayan di negeri ini.

Ibu menteri yang satu ini memang nyentrik. Dia perokok. Bagi rakyat, mungkin sebagian besar rakyat yang dibutuhkan adalah menteri yang bekerja, tak peduli dia itu perokok atau tidak. Menteri yang bertindak, itu yang menghibur rakyat. Bukan pejabat yang hanya pintar berwacana dan piawai menghimbau. Karena di negeri ini, sudah banyak menteri yang hanya pintar mengimbau, tapi minim tindakan. Banyak membuat surat edaran, tapi tak berdampak besar.

Menteri Susi dengan segala kekurangan dan kelebihannya mampu hadir memberikan tontonan yang membuat mata tak bosan menanti adegan cerita berikutnya. Publik berhasil dibuat menunggu-nunggu, apalagi gebrakan nyentrik dari Menteri Susi. Menteri ‘gila’ itu kini jadi idola. Rakyat pun, tak lagi terpaksa mencari hiburan dari acara sinetron dan gosip artis. Karena dari panggung kekuasaan telah diproduksi satu cerita yang cukup bisa menghibur hati. Cerita yang datang dari menteri asal Pangandaran, Susi Pudjiastuti. Seorang menteri lulusan SMP yang di mata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas seperti Siti Hajar abad 21.Menteri yang menurut Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Aidir Amin Daud, mirip James Bond. Bahkan menurut Busyro, Menteri Susi adalah ‘hadiah’ dari Presiden Jokowi untuk rakyat. Untungnya hadiah itu yang tak mengecewakan. Hadiah yang bisa menghibur ‘lara’ rakyat yang terus dirundung susah. Harapan pun muncul, menteri yang lain akan sama ‘gilanya’ dengan Menteri Susi. Sehingga hadiah tak hanya satu paket bungkusan. Tapi, ada 34 paket bungkus hadiah dari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, tak hanya hadiah dengan label “Susi Pudjiastuti”. Semoga.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini