Pak Sutan Tak Lagi Ngeri-ngeri Sedap

by
December 24th, 2014 at 11:40 am

CiriCara.com – Pada Rabu, 14 Mei 2014, datang kabar buruk bagi Pak Sutan Bhatoegana, politisi penting Partai Demokrat dari Rasuna Said. Pada tanggal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan salah satu deklarator Partai Demokrat sebagai tersangka. Oleh komisi yang diketaui Pak Abraham Samad itu Pak Sutan disangkakan dengan tuduhan ikut ‘menikmati’ uang rasuah terkait dengan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2013. Kasus itu terkuak setelah komisi anti korupsi membongkar kasus suap SKK Migas yang menyeret Pak Rudi Rubiandini.

Sutan Bathoegana

Sutan Bathoegana – Ist

Setelah ditetapkan tersangka suara Pak Sutan tak lagi lantang dan gahar. Padahal selama ini, jauh sebelum Pak Sutan jadi tersangka, politisi asal tanah Sumatera itu laris manis tampil di layar kaca. Kalimat ngeri-ngeri sedap, dan jadi tuh barang, amat populer, dan jadi trade mark Pak Sutan. Bahkan anak kecil pun sampai ikut-ikutan melafalkannya.

Tapi setelah kabar buruk itu datang, senyum lebar Pak Sutan jarang terulas. Sesekali wajah Pak Sutan tampil di layar kaca, itu pun sepertinya terpaksa karena ditodong wartawan. Wajahnya tak lagi lengkap dengan senyum lebar menampil deretan giginya yang berbehel. Tapi wajah Pak Sutan sudah terlihat kuyu murung. Makin murung lagi, setelah rumahnya yang mewah digeledah penyidik KPK. Tentu, status tersangka yang disandangnya, bukan status yang ngeri-ngeri sedap. Tapi status yang bikin ngeri beneran. Bagaimana tidak, bayangan berompi KPK sudah terpampang di depan mata. Belum lagi, setelah itu masuk bui, mengikuti jejak koleganya di Demokrat, seperti Mas Anas Urbaningrum dan Mas Andi Mallarangeng. Ini jelas situasi yang tak ngeri-ngeri sedap.

Pak Sutan pun kini puasa bicara. Hanya lewat layanan blackberry messenger Pak Sutan masih bisa curhat. Kebetulan, karena status saya wartawan di sebuah harian media cetak saya memiliki PIN BBM Pak Sutan. Dulu lewat PIN itu, Pak Sutan mengumbar komentar dan pendapat ngeri-ngeri sedapnya menanggapi isu-isu politik aktual. Tapi kini komentar ngeri-ngeri sedap itu tak lagi bisa dinikmati. Justru yang sering dishare Pak Sutan lewat broadcast messenger-nya adalah untaian hadist. Pesan-pesan religius yang sering dikirim Pak Sutan lewat BBM-nya. Biasanya, pesan religius itu dikirimkan Pak Sutan, dini hari. Mungkin saat itu, Pak Sutan akan menunaikan solat Tahajud, berserah diri pada Tuhan, akan nasibnya yang kini tak ngeri-ngeri sedap lagi. Apakah Pak Sutan sedang memohon ampun dalam sujud Tahajudnya, saya tak tahu, yang tahu hanya Tuhan dan Pak Sutan sendiri. Tapi yang pasti pesan religius yang dikirimkan rutin Pak Sutan tiap dini hari diberi tajuk Tahajud Call.

Comment di sini