Pak Sutan Tak Lagi Ngeri-ngeri Sedap

by
December 24th, 2014 at 11:40 am

Saya juga tak tahu, apakah setiap kali Pak Sutan kirimkan tahajud call-nya, ia berlinang air mata, meratapi nasibnya yang tak lagi sedap. Saya tak tahu, karena Pak Sutan tak menceritakan itu. Selain, memang tak ada sekalipun tahajud call-nya di lengkapi icon gambar orang menangis. Namun bila memang Pak Sutan merasa bersalah, saya kira memohon ampunan pada Tuhan adalah tindakan yang mulia. Pun, saat Pak Sutan merasa tak bersalah, dan apa yang sekarang menimpanya sebagai ‘fitnah’ yang berat, berserah pada Tuhan adalah cara yang terbaik. Yakinlah Gusti Allah ora sare. Tuhan tak pernah tidur. Bila salah pasti salah, bila benar, akan ditunjukan kebenarannya, meski itu di lain waktu.

Seperti Senin dini hari, 22 Desember 2014, sekitar pukul 01.40, Pak Sutan kembali mengirimkan tahajud call-nya. Ini isi tahajud call-nya Pak Sutan yang saya salin apa adanya. TAHAJJUD CALL : Rasulullah Saw, bersabda, “Sama ratakan pemberianmu kpd anak2mu. Jika aku akan mengutamakan yg satu terhadap yg lain tentu aku akan mengutamakan pemberian kpd yg perempuan.”(HR Athabrani).

Pada 16 Desember, Pak Sutan juga mengirimkan tahajjud call-nya. Ini, isi tahajud call yang dikirimkan Pak Sutan, pertengah Desember. ” Rasulullah Saw, bersabda,”Tidak halal darah (dihukum mati) seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga sebab, Pertama, duda atau janda yg berzina (juga suami atau isteri), Kedua, hukuman pembalasan karena menghilangkan nyawa orang lain (Qishas), dan Ketiga, yg murtad dari Islam dan meninggalkan jama’ah.”(HR Al Bukhari)”.

Sehari sebelumnya, 15 Desember Pak Sutan juga mengirimkan tahajjud call. Berikut isi lengkap tahajjud call Pak Sutan yang mengutip salah satu hadist sahih.

“Rasulullah Saw, bersabda,”Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah menyegerakan siksaannya di dunia. Dan jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka Ia menangguhkannya sampai pada hari kiamat nanti.”(HR Tirmidzi)”

Tiap hari Pak Sutan rajin mengirimkan tahajjud call-nya. Semoga, hati dan jiwa Pak Sutan juga ikut bertahajjud.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini