KRI Barakuda 633: Kapal Eks Jertim Andalan Ibu Susi

by
January 7th, 2015 at 9:05 am

CiriCara.com – Pada 5 Desember 2014, sesumbar Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, akan tegas terhadap kapal-kapal pencuri ikan, dibuktikan. Gertak bakal menenggelamkan kapal pencoleng ikan di perairan nusantara, bukan gertak sambal. Apalagi Ibu Susi sudah mengantongi ‘restu’ Presiden RI, Pak Joko Widodo atau Pak Jokowi, untuk bersikap gahar pada pelaku illegal fishing.

kri barakuda 633

KRI Barakuda 633 – Ist

Gertak itu dibuktikan pada 5 Desember. Tiga kapal pencuri ikan asal Vietnam yang tertangkap sedang ‘mengeruk’ isi laut Indonesia, diledakan lalu ditenggelamkan di perairan Terempa, Kepulauan Anambas. Dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut yakni KRI Barakuda 633 dan KRI Todak 631 jadi eksekutornya. Penenggelaman tiga kapal itu seakan jadi pembuka tabuh genderang perang terhadap para pencuri ikan yang dibunyikan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Mendengar KRI Barakuda 633, menjadi salah satu kapal eksekutor penenggelaman tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam, saya teringat kunjungan ke Anambas pada November 2013. Saat itu, saya ditugaskan kantor tempat saya bekerja, sebuah media cetak yang terbit di Jakarta untuk memenuhi undangan dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk meliput kunjungan kerja sejumlah pejabat badan itu ke Anambas. Dan di Anambas itulah, saya sempat menaiki KRI Barakuda 633, yang kini jadi salah satu andalan Ibu Susi memerangi illegal fishing.

Saat itu, salah satu dari rangkaian acara kunjungan kerja BNPP adalah mengunjungi Pulau Jemaja. Pulau Jemaja sendiri adalah salah satu dari tiga pulau terbesar di Kabupaten Kepuluan Anambas. Pulau terbesar lainnya, selain Jemaja adalah Siantan dan Palmatak. Rencananya perjalanan menuju Jemaja akan menggunakan KRI Barakuda 633, salah satu kapal perang milik TNI-AL. 

Di Anambas, tepatnya di Pulau Siantan, rombongan BNPP, menginap di Tarempa Beach, salah satu hotel terbesar di kabupaten tersebut. KRI Barakuda yang hendak mengantar ke Jemaja, di parkir di pelabuhan yang tak jauh dari hotel. Menurut Bupati Anambas, Teungku Mukhtaruddin jumlah keseluruhan pulau di kabupatennya mencapai 255 pulau. Sebagian besar tak berpenghuni.

Anambas sendiri, kata dia, adalah salah satu kabupaten terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sebagai kabupaten kepulauan, sebagian besar wilayah Anambas adalah lautan. Laut menjadi nadi utama yang menghubungkan antar pulau di Anambas. Perairan laut Anambas sendiri tersambung langsung dengan laut Cina Selatan, wilayah lautan yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan internasional.

Pagi itu ketika kami mulai melangkah kaki menuju pelabuhan, aktivitas masyarakat sedang menggeliat ramai. Toko-toko sudah buka. Warung-warung kopi pun ramai dengan para pelanggannya. Di pelabuhan kegiatan bongkar muat isi kapal pun sudah nampak. Dua kapal bermuatan barang-barang kelontong dan bahan bangunan, tampak bersandar. Para buruh terlihat sibuk mengangkut dan mengeluarkan isi muatan kapal.

Tidak jauh dari kapal barang, bersandar sebuah kapal gagah berwarna abu-abu. Di lambungnya bertengger sebuah meriam besar. Di badan kapal tercetak tulisan besar KRI Barakuda 633. Ya, inilah salah satu kapal perang milik armada TNI-AL. Di atas kapal, para awak berseragam khas TNI AL, sibuk membersihkan kapal. Sebagian sibuk memasang tenda putih di atas kapal. Kapal inilah, yang akan mengantarkan kami, menuju Pulau Jemaja.

Comment di sini