Rest Area Bandung: Sekali Berhenti Semua Tersedia

by
January 7th, 2015 at 3:18 pm

CiriCara.com – Sekarang, berkendara jauh, lewat jalan bebas hambatan, tak usah repot mencari tempat istirahat, sekedar untuk ngopi, mengusir kantuk, atau mengisi perut keroncongan. Tempat pemberhentian sementara di jalan tol, sekarang banyak dibangun, di setiap sisi lajur jalan. Kalau ngantuk, daripada mengundang bahaya, rest area, demikian sebutan populer dari tempat istirahat di tol, menjadi tempat favorit untuk beristirahat sebentar.

rest area

Rest Area – Ist

Beberapa Minggu yang lewat, saya berkesempatan pergi ke Bandung. Ke Kota Kembang, saat ini tak perlu lagi, makan waktu banyak, menyusuri jalan melingkar-lingkar lewat Subang dan Purwakarta. Sekarang sudah ada jalur bebas hambatan Cikampek-Purwakarta-Padalarang.

Pulang dari Bandung, masih belum tengah hari. Perut terasa keroncongan, tanpa sempat sarapan, hanya meneguk setengah botol air mineral yang disediakan pihak hotel, tempat saya menginap. Saya menginap, di Hotel Jayakarta, sebuah hotel bintang di Bilangan Dago Atas. Hotelnya cukup nyaman.

Minggu di Bandung, cukup padat. Maklum kota yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java itu, jadi tempat tujuan orang Jakarta, untuk sekedar menikmati liburan akhir pekan. Jalanan ramai, mobil-mobil berplat B, nampak banyak terlihat, berseliweran di jalanan Kota Bandung. Sisanya, nampak terparkir di halaman hotel, restoran atau factory-factory outlet yang bertebaran di sisi-sisi kanan kiri jalan pusat keramaian Kota Kembang itu.

Bis yang saya tumpangi merayap lambat. Padahal waktu masih pagi. Tapi karena ini hari libur, jalanan sepertinya sudah ramai, sejak Subuh tadi. Mojang dan jajaka kota kembang, tampak asyik bergandengan tangan, menyusuri trotoar jalan. Berolahraga berdua, di hari Minggu, sepertinya menjadi pilihan pasangan kekasih memadu cinta yang murah meriah. Hati senang, bertemu si doi, badan sehat karena olahraga.

Masuk tol, udara pagi menjelang siang sudah mulai menghangat. Meski bis ber-AC, tapi sapaan sinar matahari, terasa menembus kaca bis. Perut sudah tak bisa dikompromi. Tradisi ngopi mengawali hari, menari-nari dibenak. Jika berhenti, secangkir kopi harus masuk menghangatkan perut.

Saya berangkat berombongan. Belasan orang jumlahnya. Kawan satu deret kursi juga, menunggu-nunggu bis berhenti sejenak, agar acara sarapan yang tak sempat dilakukan di hotel tempat menginap bisa dirasakan. Untungnya, kepala rombongan peka, apalagi, sudah ada yang teriak-teriak, ” Beli oleh-oleh dimana nih..”

Di KM 97, di lajur tol Cipularang, arah Bandung Jakarta, bis melambat, lalu masuk ke rest area yang ada di sana. Tempatnya nampak luas. Fasilitas cukup lengkap.

Comment di sini