Yang Untung dan Buntung di Musim Hujan

by
January 8th, 2015 at 10:08 am

CiriCara.com – Hujan deras kembali turun Jumat, 26 Desember 2014, lalu di Sawangan Depok. Saya kira, Jakarta dan sekitarnya juga sudah diguyur hujan. Sehari sebelumnya, Kamis 24 Desember 2014, hujan cukup deras juga menguyur Sawangan, tempat saya tinggal. Bahkan karena hujan, saya dipaksa untuk berteduh sebentar menghindari guyuran hujan yang tak lagi berbentuk lidah-lidah gerimis, tapi sudah jadi hujan yang deras.

hujan bikin galau

Hujan – Ist

Kamis kemarin, sebuah warung kopi di bilangan Cinere, menjadi pemberhentian saya sementara, sebelum menuju kantor di bilangan Permata Hijau, Jakarta Barat. Ya, nasib sebagai wartawan, hari itu harus tetap bekerja. Padahal tanggal 25 Desember adalah tanggal merah. Artinya memang bagi yang lain itu hari libur. Nasib, nasib, di kala yang lain anteng di rumah bersama keluarga, saya harus tetap menunaikan kewajiban kerja. Tapi mau apalagi itu resiko pekerjaan.

Warung kopi, penyedia bubur kacang hijau dan kopi seduh itu, ramai dengan para biker yang tercegat hujan. Mereka adalah kawan senasib dengan saya, mesti berhenti sebentar menunggu hujan reda. Hampir semuanya yang ada di warung sedang menikmati segelas kopi hangat. Beberapa diantaranya nampak sedang menikmati semangkok mie rebus, yang memang jadi menu paling tepat kala hujan turun menderas.

Saya pun tak mau kalah, langsung memesan segelas kopi hitam manis. Dengan cekatan si penjaga warung trengginas melayani pesanan. Hanya dalam hitungan menit, segelas kopi pesanan sudah disodorkan. Langsung saya sambar dan seruput. Uhhhh, nikmatnya kala hawa dingin menelusup, aliran air kopi hangat menjalar tenggorokan.

Badan menghangat. Obrolan pun mulai tercipta, ditimpahi gelak tawa. Padahal mungkin saja, diantara yang saat itu terjebak di warung kopi, tak mengenal satu sama lain. Mereka disatukan dalam satu warung oleh hujan yang menderas. Saya pun gatal ingin mencatat. Tapi bukan tentang obrolan para biker yang terjebak hujan. Namun catatan ini tentang rezeki dari hujan. Ini catatan tentang siapa yang dapat untung dan siapa yang merasa ‘buntung’ di musim hujan.

Melihat wajah sumringah penjual mie rebus dan kopi seduh, saya simpulkan, dia adalah masuk kategori yang dapat untung dari tibanya musim hujan. Bagaimana tidak, hari Kamis itu, warungnya penuh sesak. Semuanya memesan kopi, minuman hangat lainnya, serta ada juga yang memesan mie rebus. Bagi dia, ini adalah rezeki. Pastinya, rezeki itu tak ia raup hanya pada Kamis itu. Karena bisa dikatakan hampir tiap hari hujan turun. Dan saya yakin, setiap hujan turun, warungnya akan jadi tujuan favorit para biker yang terjebak hujan.

Penuh sesaknya warung ini pertanda omzet meningkat. Karena itu wajar bila wajah si penjual mie rebus dan kopi seduh itu begitu sumringah. Ia begitu bersemangat melayani setiap pesanan. Sebab itu artinya dulangan rupiah baginya. Orang yang menangguk untung di musim hujan selain si penjual mie rebus dan kopi seduh, menurut saya adalah para penjual minuman yang hangat-hangat.

Para penjual minuman seperti susu jahe, sekoteng atau bandrek, akan jadi incaran orang-orang yang merasa tubuhnya perlu dihangatkan. Ingat yah, dihangatkan dengan minuman. Bukan dihangatkan dengan yang lain yah. Jadi jangan ‘ngeres’. Saya kira, mereka-mereka itu yang akan mengalami peningkatan omzet penjualan di musim hujan.

Comment di sini