Kekuatan Broadcast BlackBerry Messenger

by
January 9th, 2015 at 8:22 am

CiriCara.com – Hari Jumat, 26 Desember 2014, layanan blackberry messenger (BBM) saya mendapat kiriman broadcast messenger atau pesan berantai yang dikirimkan beberapa teman, bahkan dikirimkan pula oleh Pak Marzuki Alie mantan Ketua DPR RI.

bbm messenger

BBM Android – CrackBerry

Broadcast messenger pertama dikirimkan oleh Bang Carrel Ticualu. Bang Carrel ini adalah Ketua Regulation Watch. Bagi yang mencermati kasus Mas Anas Urbaningrum, mantan Ketua Partai Demokrat, pasti tahu siapa itu Bang Carrel. Pria ini pernah jadi kuasa hukum atau pembelanya Mas Anas. Tapi, kemudian Bang Carrel mengundurkan diri.

Pukul 15.15 WIB, Bang Carrel mengirimkan broadcast messengernya. Isinya menginformasikan bahwa ada sebuah mobil Grand Livina warna putih yang dilarikan seseorang (dicuri) yang di dalamnya ada satu orang anak. Berikut isi lengkap broadcast messenger yang dikirimkan Bang Carrel.

“Mohon ijin bantu broadcast: Bagi yg lihat mobil Grand Livina Putih: B28YYH harap hub: 08121088*** Lucky. Kejadiannya barusan 26 Des 2014. jam 13.00. Mobil dibawa kabur dan didalamnya ada anak-nya.”

Pukul 16.06 WIB, kembali saya dapat broadcast messenger serupa yang dikirimkan Mas Juri Ardiantoro. Mas Juri ini adalah salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berikut isi broadcast messenger yang dikirimkan Mas Juri.

“Meneruskan: Tolong bantu broadcast yg lihat mobil Grand Livina Putih: B28YYH harap hub: 08121088*** Lucky. Kejadiannya barusan 26 Des 2014. jam 13.00. Mobil dibawa kabur dan didalam-nya ada anak-nya. (Kejadian tadi di daerah taman palem cengkareng).”

Pukul 16.09 kembali datang broadcast yang sama. Kali ini pengirimnya adalah Bang Robert Wardi, wartawan senior Suara Pembaruan. Isinya tak jauh berbeda. Ini isi lengkap broadcast yang dikirimkan Bang Robert.

“Tolong bantu broadcast yg lihat mobil Grand Livina Putih: B28YYH harap hub: 08121088*** Lucky. Kejadiannya barusan 26 Des 2014. jam 13.00. Mobil dibawa kabur dan didalam-nya ada anak-nya.¬†Kejadian di daerah taman palem. Info terakhir ada kemungkinan sudah disekitar tebet Harap di bantu bcnya untuk saling bantu,makasih.”

Tidak beberapa lama, kembali saya menerima broadcast dari Pak Marzuki Alie, mantan Ketua DPR, yang saya terima pukul
16.16 WIB. Isinya sama dengan broadcast yang dikirimkan Bang Carrel, Mas Juri dan Bang Robert, menginformasikan tentang perampasan mobil Grand Livina.

“Tolong bantu broadcast yg lihat mobil Grand Livina Putih: B28YYH harap hub: 08121088*** Lucky. Kejadiannya barusan 26 Des 2014. jam 13.00. Mobil dibawa kabur dan didalam-nya ada anak-nya,” demikian isi broadcast messenger yang dikirimkan Pak Marzuki.

Pukul 16.34 WIB, Pak Marzuki kembali mengirimkan broadcast messengernya. Kali ini Pak Marzuki mengupdate kasus perampasan mobil Grand Livina. Berikut isi lengkap broadcast messenger yang dikirimkan Pak Marzuki.

“Update info : UDAH KETEMU Anak dan Pembantu sdh ditemukan , mobil yg dibawa kabur. Update terakhir. anak n nanny-nya diturunin di pinggir jalan (info terakhir di jalan Tebet). Thanks God anaknya gpp. Mobil bisa dibeli lagi tp nyawa keluarga gk bisa diganti. Pelajaran bwt kita semua jangan pernah tinggalin anak di mobil hanya sama nanny. Jika ada keluarga lain di dlm mobil jangan lupa untuk kunci pintu, even cuma ditinggal sebentar. God bless us all.”

Bagi saya, inilah kekuatan dari broadcast messenger. Layanan ini, bisa menyatukan semua orang untuk saling berbagi info. Juga layanan ini, menjadi alat bagi semuanya untuk saling peduli. Karena sebelum ini, saya juga banyak menerima broadcast yang berisikan info-info penting, misal tentang jalan mana saja yang tergenang banjir, jalan yang macet, atau info tentang jalur mana saja yang bisa dilewati para pengguna motor kala aturan larangan melewati jalan Thamrin dan Merdeka Barat diberlakukan oleh Pemprov Jakarta. Di musim demo buruh, saya juga banyak menerima broadcast messenger berisikan informasi jalan-jalan yang dibuat macet oleh para pendemo, seraya menghimbau untuk menghindari jalan-jalan tersebut, jika tak ingin dijebak macet.

Bahkan, saya juga sering menerima broadcast-broadcast tentang tips, atau info obat-obat alternatif sebuah penyakit. Tapi tak jarang pula saya mendapat broadcast yang isinya hoax. Jadi jangan remehkan kekuatan broadcast messenger.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini