Kontroversi Jazz, Transgender Usia 11 Tahun

by
January 9th, 2015 at 9:37 am

CiriCara.com – Sekilas tak ada yang aneh dari gadis cantik berusia 11 tahun ini, kecuali bahwa dirinya tidaklah terlahir dengan jenis kelamin perempuan, melainkan laki-laki. Transgender adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. Hal ini pula yang dialami oleh seorang anak berusia 11 tahun bernama Jazz Jennings.

Jazz Jennings merupakan anak dari pasangan Gregg dan Jeanette Jennnings yang terlahir dengan kelamin laki-laki, namun seiring berjalannya waktu Jazz memperlihatkan beberapa perilaku yang tidak wajar dilakukan oleh anak laki-laki sewajarnya, seperti suka bermain boneka, menyukai warna pink, hingga meminta diperbolehkan untuk mengenakan pakaian renang perempuan di usianya yang masih 5 tahun.

Awalnya orang tua Jazz sempat menyangkal dengan perilaku menyimpang oleh anak laki-lakinya itu, bahkan ayah dari Jazz sempat menentang dan kecewa oleh perilaku Jazz yang tidak wajar tersebut. Hingga akhirnya saat Jazz berusia 6 tahun, orang tua Jazz menyadari bahwa anaknya mengalami gender identity disorder.

Menghadapi kondisi tersebut orang tua Jazz menerimanya dengan lapang dada dan mendukung sang putra untuk melakukan hal yang ia sukai. Masuk Taman Kanak-kanak Jazz sudah diperbolehkan untuk menggunakan pakaian perempuan dan memanjangkan rambutnya, hal tersebut cukup menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat, sebab perlakuan orang tua Jazz yang diberikan pada anaknya tersebut dianggap salah karena telah membiarkan sang anak untuk menjadi layaknya seorang perempuan. Jazz tidak terganggu dengan adanya omongan orang-orang di sekitarnya, karena menurutnya apa yang dilakukan oleh orang tuanya sangat bijaksana.

Jazz benar-benar meyakini orang sekitar bahwa seharusnya ia memang terlahir sebgai seorang bayi perempuan, karena jiwa dan pemikirannnya sangatlah kewanitaan. Semakin beranjaknya usia , Jazz makin memperlihatkan kepribadian selayaknya perempuan pada umumnya, orang tua Jazz tidak lelah untuk terus mendukung anaknya hingga memperjuangkan Jazz di sekolah untuk dapat menggunakan toilet perempuan.

Baca juga: Kisah Transgender Indonesia, Dena Rachman

Usia 11 tahun dimana usia anak-anak mulai berada dalam fase puber, Jazz mulai mempunyai ketakutan dengan perubahan fisiknya yang akan terjadi dari hormonnya sebagai seorang anak laki-laki seperti perubahan suara dan lain-lainnya. Hingga akhirnya orang tua Jazz memutuskan untuk melakukan pengobatan dan konsultasi untuk menghentikan perubahannya yang akan terjadi, dengan cara menghentikan kerja hormon laki-laki (testosteron) dalam tubuh Jazz dan mengganti dengan hormon perempuan (esterogen).

Sikap pantang menyerah untuk menuntut pengakuan dan hak sebagai seorang perempuan yang dilakukan Jazz dan orang tuanya cukup menginspirasi berbagai kalangan dan menarik perhatian beberapa lembaga asosiasi pembela kaum transgender. Hingga sekarang Jazz telah sukses menginspirasi banyak orang dengan membuat buku berjudul I am jazz.

Penulis: Abel Cantika

Comment di sini