Kontroversi Pengadaan Mobil Dinas Baru Petinggi DPRD DKI

by
January 9th, 2015 at 2:11 pm

CiriCara.com – Terpetik kabar tentang pembelian mobil dinas bagi lima pimpinan DPRD Jakarta. Beberapa waktu lalu, saat senggang, saya sempat sekilas memperhatikan tayangan program berita di sebuah stasiun televisi. Salah satu berita yang ditayangkan adalah tentang pembelian lima mobil dinas jenis sedan Toyota Camry Hybrid.

Toyota Camry Hybrid

Toyota Camry Hybrid – Ist/Merdeka

Tidak lupa, ditayangkan pula bentuk mobilnya. Bahkan, sang reporter stasiun televisi tersebut sampai masuk ke dalam mobil yang joknya masih berbungkus plastik. Lima mobil Toyota Camry yang masih kinyis-kinyis itu nantinya akan dipakai oleh lima pimpinan dewan di Jakarta. Lima mobil itu akan jadi tunggangan dinas Prasetyo Edi Marsudi selaku Ketua DPRD dan empat Wakil Ketua DPRD yaitu, Mas M Taufik, Mas Triwisaksana, Bang Abraham Lunggana, dan Pak Ferrial Sofyan.

Tidak lupa, si pembawa acara berita menyebutkan pula harga tiap unit dari mobil kinclong kelas premium pimpinan dewan. Katanya, satu mobil harganya hampir mencapai 700 jutaan atau tepatnya 698 juta per unitnya. Artinya untuk lima mobil, uang rakyat yang harus dibayarkan pada perusahaan pemenang tender pengadaan mobil itu sebanyak 3 milyaran. Atau tepatnya Rp 3.449.350.000 (Rp 3,4 miliar) berdasarkan dokumen lelang yang didapat Mas Uchok Sky Khadafi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Organisasi Mas Uchok sendiri memang konsennya memelototi anggaran Pemda.

Mas Uchok ini, adalah salah satu aktivis yang mengkritik pembelian mobil Camry lima pimpinan DPRD Jakarta. Bahkan Mas Uchok juga menduga ada mark up dalam pembelian mobil dinas Camry tersebut. Karena menurut Mas Uchok, Camry Hybrid ini harga dipasaran Rp 549,6 juta. Tapi anggaran yang disediakan 3,4 milyar. Kata Mas Uchok, ada sisa Rp 701.350.000. Mas Uchok pun mempertanyakan, kemana sisa fulus 700 jutaan tersebut.

Si pembawa acara berita juga tak lupa menceritakan program penghematan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, yang katanya akan membatasi pembelian mobil dinas baru di lingkungan Pemda Ibukota. Mobil lama akan didayagunakan. Lalu, si pembawa berita mengkaitkannya dengan pembelian lima mobil dinas tersebut. Pesan yang ingin disampaikan si pembawa berita adalah disaat Pemprov Jakarta melakukan penghematan, tapi anggota dewan justru menghambur uang rakyat untuk membeli mobil baru. Padahal katanya, mobil dinas lama masih kinclong.

Berita lain yang saya dengar dan baca adalah tentang motor dinas Wakil Gubernur Jakarta yang baru, Mas Djarot Saiful Hidayat. Mas Djarot yang baru saja diangkat menjadi orang nomor dua di Jakarta, memutuskan untuk memilih roda dua yang akan dipakainya sebagai moda transportasi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakilnya Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Pak Ahok.

Motor yang dipilih adalah motor bebek merek Suzuki Shogun Axelo. Empat motor disiapkan, semuanya warna hitam. Motor Shogun Axelo ini adalah motor dengan kapasitas mesin 125 cc. Berikut spesifikasi lengkap dari motor dinas Mas Djarot, Suzuki Shogun Axelo yang saya kutip dari situs onomotor.com.

Nama: Suzuki Shogun Axelo 125 R
Kategori: Underbone
Pabrikan: Suzuki
Model: Shogun
Trim: Shogun Axelo 125 R
Tahun: 2012
Isi Silinder: 125 cc
Harga: Rp 15.183.000

Jadi kalau ditotalin empat kendaraan dinas Mas Djarot, harganya mencapai Rp 60.732.000. Bila dibandingkan dengan lima mobil pimpinan dewan Jakarta, nilai empat motor Mas Djarot itu belum ada apa-apanya. Atau jauh, tangeh, perbedaannya seperti bumi dan langit.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini