Tiga Ungkapan Politisi yang Fenomenal

by
January 12th, 2015 at 9:36 am

CiriCara.com – Siapa bilang politisi hanya dikenal sebagai kumpulan orang tukang ribut. Siapa bilang pula, politisi itu hanya mementingkan diri sendiri, dan semata mengejar kekuasaan. Ya, memang politisi tukang ribut, itu sulit dibantah. Politisi yang penuh ambisi mengejar kekuasaan, bahkan dengan cara salah seperti korupsi, itu pun sebuah kebenaran, karena banyak contohnya. Namun bukan berarti semua politisi menyebalkan. Masih banyak politisi yang bernurani, dan tak neko-neko, bekerja semata untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Tapi para politisi pun ternyata ada juga yang menyumbang sesuatu bagi publik. Ada beberapa politisi yang menurut saya punya kontribusi memperkaya khazanah bahasa dengan istilah yang dilontarkannya. Mereka adalah yang membuat kamus politik kita semakin kaya dan berwarna.

1. Jokowi dengan istilah Rapopo-nya

joko widodo

Jokowi – Ist

Tahukah siapa Jokowi. Kalau tak tahu, Anda keterlaluan. Tapi pura-pura tak tahu juga tak mengapa, saya menghormatinya. Jokowi itu bukan nama produk. Tapi singkatan dari sebuah nama penting di negeri ini. Jokowi adalah singkatan dari Joko Widodo, Presiden RI saat ini. Jadi, dia orang pentingkan? Wong Presiden, masa bukan orang penting.

Nah, ada satu istilah atau ungkapan dari lelaki kerempeng asal Solo itu, yang saya catat berhasil populer. Istilah atau ungkapan itu adalah “Rapopo (Ora Opo-opo)“. Ini adalah ungkapan bahasa Jawa, yang sebenarnya sering diucapkan oleh orang yang berbicara dengan bahasa Jawa. Dalam bahasa Indonesianya, Rapopo artinya adalah tidak apa-apa.

Tapi setelah diucapkan Jokowi, istilah Rapopo pun mengindonesia. Rapopo pun jadi terkenal dimana-mana, terutama di kalangan para netizen. Jokowi mengatakan Rapopo, saat ia diminta tanggapannya tentang serangan-serangan politik yang ditujukan pada mantan Wali Kota Solo tersebut. Saat itu Jokowi masih berstatus calon presiden.

Comment di sini