Daftar Gunung Berapi yang Berstatus Siaga dan Waspada

by
January 13th, 2015 at 8:37 am

CiriCara.com – Pak Sutopo Purwo Nugroho ini, bukan orang sembarangan. Beliau adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai juru bicara badan yang mengurusi masalah bencana, Pak Sutopo sangat rajin menginformasikan berita terkini tentang sebuah bencana. Pak Sutopo juga rajin menginformasikan daerah mana saja yang rawan bencana. Dari Pak Sutopo pula saya bisa tahu perkembangan jumlah gunung api yang aktif lengkap dengan statusnya, waspada atau siaga.

gunung slamet

Gunung Slamet – Ist/Antara

Kawan saya seorang wartawan media cetak yang terbit di Jakarta, bahkan menjuluki Pak Sutopo sebagai juru kabar bencana. Kabar-kabar bencana selalu dikabarkan Pak Sutopo lewat layanan blackberry messengernya. Kebetulan karena profesi saya sebagai pencari berita, maka saya menjadi salah satu yang rutin mendapat kabar atau info dari Pak Sutopo.

Seperti pada hari Sabtu, 27 Desember 2014, pukul 14. 45 WIB, kembali informasi dari Pak Sutopo mampir di layar blackberry saya. Kali ini yang diinfokan Pak Sutopo tentang status gunung api di Indonesia.

Kata Pak Sutopo dalam infonya, ada 6 gunung api yang berstatus siaga. Dan 14 gunung api lainnya berstatus waspada.

Salah satu gunung api yang berstatus siaga adalah Gunung Soputan. Gunung api ini berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Menurut Pak Sutopo, terhitung mulai Jumat, 26 Desember 2014 pukul 03.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita), Gunung Soputan telah dinaikan statusnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang merupakan unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Status Soputan dinaikan dari status Waspada (level 2) menjadi Siaga (level 3). Kenaikan status ini kata Pak Sutopo seperti yang diinfokannya via layanan blackberry messenger didasarkan pada pengamatan visual terhadap Gunung Soputan yang teramati asap berwarna putih tipis–sedang, tinggi berkisar 50-200 meter. Selain itu menurut Pak Sutopo, kegempaan Gunung Soputan menunjukkan adanya peningkatan.

Tidak lupa Pak Sutopo dalam BBM-nya, menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 6,5 kilometer dari puncak Gunung Soputan. Pak Sutopo juga menginformasikan, meski ada peningkatan status, belum perlu ada pengungsian karena penduduk terdekat berada pada berjarak 8 kilometer dari puncak gunung.

Dengan demikian saat ini, kata Pak Sutopo, ada 6 gunung dengan status Siaga yaitu Gunung Gamalama, Gunung Slamet, Gunung Sinabung, Gunung Karangetang, Gunung Lokon, dan Gunung Soputan. Menurut Pak Sutopo, kenaikan status gunung ini tidak terjadi secara bersamaan tetapi tergantung pada aktivitas masing-masing gunung.

Misalnya Gunung Lokon berstatus Siaga sejak 24 Juli 2011 hingga sekarang, Gunung Karangetang berstatus Siaga sejak 3 September 2013. Sedangkan Gunung Gamalama sejak 18 Desember 2014, Gunung Slamet sejak 12 Agustus 2014, dan Gunung Sinabung sejak 8 April 2014. Status Siaga kata Pak Sutopo, artinya gunung tersebut sedang bergerak ke arah letusan, adanya peningkatan intensif seismik, dan semua data menunjukkan aktivitas segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana.

Pak Sutopo juga menginformasikan, saat ini ada 14 gunung dengan status Waspada. Gunung-gunung tersebut yakni Gunung Raung, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Lewotobi Perempuan, Gamkonora, Papandayan, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci. Arti status Waspada adalah ada kenaikan aktivitas seismic dan kejadian vulkanik lainnya di atas level normal.

Pada masyarakat Pak Sutopo menghimbau agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mematuhi rekomendasi pemerintah. Ia juga minta masyarakat sekitar gunung, jangan beraktivitas di dalam radius yang telah ditetapkan PVMBG. Pak Sutopo juga mewanti-wanti masyarakat yang akan merayakan tahun baru 2015 dengan mendaki gunung, hendaknya mentaati larangan. Tanyakan pada petugas pos pengamatan gunung api atau BPBD setempat.

Sekian info yang saya dapatkan dari Pak Sutopo, juru kabar bencana di negeri ini.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini