Ini Kegunaan Smartphone di Tangan Supir Bajaj

by
January 13th, 2015 at 9:54 am

CiriCara.com – Lelaki itu, wajahnya, nampak lelah. Tapi, jemarinya masih lincah, memencet layar telepon genggam pintar di tangannya. Di sampingnya, nongkrong moda transportasi tua roda tiga, bajaj.

bajaj

Pangkalan Bajaj (Ilustrasi) – Ist

Lelaki yang asyik dengan telepon genggam layar sentuh itu, bukan karyawan kantoran, yang sedang mengisi waktu istirahat, dengan main game. Dia, Mulyadi, supir bajaj, yang sedang rehat sebentar dari kegiatan rutinnya narik bajaj, moda transportasi yang jadi tumpuan nafkahnya. Mulyadi, biasa dipanggil Mul, oleh kawan-kawannya, sesama supir bajaj.

Saya, kenal Mulyadi tak sengaja. Awalnya dari seringnya saya mampir di warung rokok Mang Maman, yang ada di bilangan Cipete Utara. Sekitar warung Mang Maman, lelaki tua asal Kuningan, memang jadi tempat parkir dadakan para supir bajaj. Padahal, tempat dagang Mang Maman, ada dalam komplek perumahan mewah. Dekat jejeran rumah-rumah besar itu, memang ada perkampungan warga. Di tengah perkampungan itu, para supir bajaj banyak mengontrak rumah petakan.

Dan, sekitar warung Maman lah, para supir bajaj, kerap memarkirkan si roda tiganya. Bisa dikatakan, sekitar warung Mang Maman, adalah garasi dadakan bagi roda tiga, yang supirnya banyak ngontrak di dekat sana.

Karena seringnya singgah di sana, dan ngopi di warung Mang Maman, saya pun akhirnya kenal dengan para supir bajaj. Salah satunya adalah Mulyadi. Dari seringnya mengamati, saya mencatat ada yang menarik dari mereka, para supir bajaj. Rata-rata, mereka sudah memegang telepon genggam. Bahkan, rata-rata, jenis telepon genggam mereka, keluaran mutakhir, meski bukan telepon kelas premium.

Mul, misalnya, punya telepon genggam merek Smartfreen, layar sentuh 4 inci. Kolega Mul, sesama supir bajaj, yang juga kerap nongkrong di sana, Wahyu, telepon genggamnya, jenis layar sentuh 5 inci. Bahkan, ada yang punya tablet dengan layar 7 inci. Jadi, meski status mereka supir bajaj, yang acapkali di pandang sebelah mata, soal mainan gadget, tak kalah dengan orang kantoran.

Telepon genggam berlayar sentuh tak sekedar untuk gagah-gagahan. Mul, contohnya, sudah piawai memainkan berbagai jenis game yang ia unduh dari telepon genggamnya.

“Ya, kalau lagi istirahat narik, main game,“ kata Mul, saat saya tanya untuk apa saja telepon genggamnya digunakan.

Kata Mul, bermain game, sudah jadi keseharian dia, bila tak sedang narik. Saking sukanya main game via telepon genggam, ia sampai bela-belain beli power bank, alat penambah daya bagi telepon genggam bila baterainya sekarat.

“Main game, boros baterai, jadi beli power bank,” kata Mul.

Tak hanya Mul, yang doyan main game via telepon genggam. Temannya, Wahyu juga punya hobi serupa, keranjingan main game. Wahyu juga sudah beli power bank, buat cadangan daya, bila baterai teleponnya sekarat. Kepada saya, Wahyu mengatakan, selain main game, dia juga senang ber-facebook ria. Tapi Wahyu, mengaku, tak suka Twitter. “Tidak ngerti saya,” ujarnya.

Melihat mereka, gadget ternyata bukan semata konsumsi orang kelas menengah. Sebab, Mul yang supir bajaj, dan sering di sebut kelompok warga kelas menengah ke bawah, sudah menggunakannya. Dan juga, tak kalah dengan mereka yang disebut kelas menengah.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini