Perang di Jagad Maya, Bukan Lagi Cerita Fiksi ala Hollywood

by
January 13th, 2015 at 11:56 am

CiriCara.com – Bermula dari sebuah film berjudul “The Interview” yang diproduksi Sony Pictures, ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dengan Korea Utara kembali menggeliat. Film yang menceritakan kisah rencana ‘pembunuhan’ pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, memicu aksi peretasan terhadap Sony Pictures perusahaan yang menyokong film tersebut.

hacker

Perang cyber – Ist

Otoritas Paman Sam pun bereaksi. Bahkan tak kurang Presiden Barack Obama ikut angkat suara. Telunjuk tudingan pun di arahkan ke Korea Utara, negeri yang memang menjadi salah satu musuh bebuyutan Amerika, sebagai pelaku peretasan. Perang pernyataan pun terjadi.

Sampai kemudian, setelah itu tiba-tiba seluruh jaringan internet di Korea Utara kolaps. Tidak hanya itu, jaringan komunikasi 3G di negeri itu pun ikut kolaps. Otoritas keamanan Korea Utara pun kian berang. Kali ini giliran mereka yang menuding, Amerika menjadi biang matinya jaringan internet di Korea Utara.

Cerita ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, menunjukan ancaman cyber warfare bukan lagi isapan jempol belaka. Indonesia, mesti segera berbenah, agar bolong keamanan dari sisi teknologi bisa ditutup. Di era modern, dimana teknologi informasi sudah menjadi langgam kehidupan, tak bisa lagi ancaman semata dipandang konvensional. Peretasan, atau serangan lewat dunia maya sudah nyata di depan mata. Saya kira, Indonesia perlu sebuah badan mengantisipasi itu. Negeri ini memerlukan pasukan cyber yang tangguh menangkal ancaman dari jagad maya.

Dan, bisa dikatakan Indonesia ini sudah kalah start jauh dengan negara-negara lain. Misal dengan Amerika, Tiongkok, Korea, dan negara lainnya yang sudah punya pasukan cyber. Negeri Paman Obama misalnya sudah membentuk US Cyber Command atau USCYBERCOM. Unit ini dibentuk Pentagon untuk melindungi jaringan militer Amerika dan melakukan penyerangan.

Negera lain, seperti Inggris pun sudah memiliki sebuah satuan khusus serupa. Pun negera-negara lain seperti Tiongkok, Israel, Iran, Rusia, dan lainnya, sudah menaruh serius pada perlunya membentuk pasukan cyber yang tangguh. Ini menandakan, telah terjadi pergeseran ‘lahan perang’ yang tak lagi bersifat konvensional. Perang teknologi, lewat jalur internet, sudah bukan ancaman fiksi lagi. Namun sudah jadi ancaman nyata yang harus disikapi serius.

Berkaca dari itu, perang di jagad maya, memang bukan lagi ada dalam film-film Hollywood. Banyak cerita dari lapangan yang mengkonfirmasikan hal tersebut, bahwa perang tak lagi hanya berlangsung di matra darat, laut, dan udara.

Salah satu kisah perang cyber yang menggegerkan adalah cerita tentang serangan virus atau malware stuxnet yang dilancarkan Israel ke pangkalan misil yang dipunyai negeri para Mullah, Iran pada tahun 2011. Serta kisah ketegangan abadi antara Korea Selatan dan Korea Utara yang tak hanya saling gertak lewat unjuk kekuatan militer, tapi juga saling serang di jagad maya.

Pada Juli 2009, puluhan ribu komputer di negeri ginseng dilaporkan terinfeksi virus. Virus datang setelah menyerang situs-situs perbankan dan situs penting lainnya di Korea Selatan. Telunjuk otoritas Korea Selatan menuding Korea Utara adalah pelakunya.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini