Mas Anang Jujurlah! Karena Jujur Itu Hebat

by
January 14th, 2015 at 3:22 pm

CiriCara.com – Pada tanggal 16 Desember 2014, saya menerima email dari Remotivi, sebuah lembaga nirlaba yang konsen mengkritisi tayangan-tayangan di televisi. Isi email berupa pernyataan sikap dari Remotivi yang mengkritik plus mengecam tayangan berjudul “Anakku Buah Hati Anang dan Ashanty” yang disiarkan langsung oleh RCTI, selama kurang lebih 4 jam lamanya. Tayangan itu disiarkan pada 14 Desember 2014, menggambarkan prosesi kelahiran buah hatinya Mas Anang dan Mbak Ashanty, dua pasangan selebritis yang juga suami-istri.

anang ashanty

Reality Show Anakku: Anang & Ashanty – Ist

Dalam emailnya Mas Roy Thaniago selaku Direktur Remotivi, tanpa tedeng aling-aling mengecam keras tayangan tersebut. Menurut Mas Roy, selain melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS), tayangan itu juga sama sekali tak bermanfaat bagi kepentingan publik. Apalagi di saat yang bersamaan ada bencana di Banjarnegara yang sudah sewajarnya mendapat pemberitaan yang cukup dari televisi.

Karena tayangan itu, kata Mas Roy, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kemudian menegur RCTI. Dia mengapresiasi teguran KPI kepada RCTI. Meski kata Mas Roy, hal itu tidak efektif, karena tidak menimbulkan efek jera bagi stasiun TV. Buktinya, tayangan semacam ini terjadi berulang kali. Dalam benak saya, mungkin hanya di Indonesia, sebuah prosesi kelahiran anak manusia disiarkan secara live. Ini fakta unik yang harus dicatat dalam sejarah.

Sama seperti Mas Roy, saya kok tergerak ikut-ikutan mengomentari. Mohon maaf Mas Anang, saya lancang ikut pula mengkritik. Namun saya tak punya niat membully. Ini hanya urun pendapat saja, syukur-syukur Mas mau mendengarkan.

Karena dikritik, Mas Anang pun angkat bicara. Mas Anang membela, tayangan live prosesi kelahiran Mbak Ashanty, adalah tayangan dengan nilai edukatif. Lewat tayangan itu, kata Mas Anang, publik akan mengetahui, bagaimana prosesi sebuah kelahiran. Tak lupa mungkin karena jengkal atau karena apa, Mas Anang juga mengeluarkan tanggapan yang lumayan agak keras. Kata Mas Anang, bila tak suka tayangan itu, ya pindah chanel saja. He.he.he, sepertinya Mas Anang esmosi. Tapi mohon maaf Mas, sampean sepertinya tak jujur soal tayangan live prosesi lahiran Mbak Ashanty, istri Mas. Ada yang Mas tak ungkap jujur.

Mas Anang yang baik, saya mohon jujur saja. Tidak usah kita dijejali alasan yang terkesan mulia, bahwa tontonan live prosesi lahiran Mbak Ashanty, semata untuk edukasi. Lebih baik jujur saja, tontonan itu semata terkait honor atau bayaran. Saya yakin, mosok Mas Anang mau gratisan. Pasti, ada fulus di balik lahirnya anak Mas Anang yang ditayang RCTI.

Saya kira, bila Mas Anang jujur mungkin banyak pemirsa yang akan maklum. Mas Anang kan telah habis-habisan saat nyaleg pada pemilu legislatif kemarin. Tak mungkin juga Mas Anang bisa ke Senayan hanya modal dengkul, tanpa mengeluarkan rupiah sepeser pun. Dalam politik, tak ada makan siang gratis Mas!

Selain itu, sudah bukan rahasia lagi, nyaleg itu pangkal mahal. Mas Bambang Soesatyo, politisi Golkar yang kembali terpilih masuk Senayan dalam sebuah diskusi pernah mengungkapkan, bahwa untuk jadi anggota parlemen, si calon harus sedia modal. Modal minimal bisa milyaran rupiah. Tanpa itu, kata Mas Bambang si calon akan sulit bersaing berebut tiket. Ongkos milyaran rupiah itu, kata Mas Bambang, untuk membiayai segala keperluan pemilihan, mulai dari membayari spanduk, stiker dan lain-lain, hingga mengongkosi tim sukses di kantong-kantong pendukung. Namun Mas Bambang sendiri tak menyebut, dana milyaran rupiah yang harus disiapkan si calon juga untuk membeli suara. Meski tentang ini santer terdengar.

Comment di sini