Saran untuk SBY Setelah Pensiun dari Presiden

by
January 14th, 2015 at 2:18 pm

CiriCara.com – Dulu, waktu ayahnya masih hidup, beliau pernah mengatakan jika pensiunan nanti, ia ingin menjalani kehidupan dengan tenang. Ayah saya seorang Guru sekolah dasar. Kata ayah saya, bila ia tak lagi jadi “Umar Bakrie”, dia hanya ingin tenang beribadah, rajin ke mushola, bisa berkebun, dan memelihara ikan serta berternak kambing.

SBY

Presiden SBY – Ist

Sayang cita-cita pensiun ayah saya tak kesampaian, karena beliau keburu dipanggil Tuhan di saat ia masih berstatus sebagai pengajar. Ia berpulang setelah bergelut dengan penyakit diabetesnya. Kini, ayah saya sudah tenang di alam Baqa.

Saya juga pernah mewawancarai Pak Gamawan Fauzi, kala masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Mewawancarai Pak Mendagri, memang tugas rutin saya sebagai wartawan yang bekerja di sebuah media cetak yang terbit di Jakarta. Kementerian Dalam Negeri, adalah pos utama liputan saya.

Dalam wawancara itu, saya sempat tanyakan pada Pak Gamawan, apa cita-cita dia setelah pensiun menjadi menteri. Apakah masih berambisi mengejar karir politik dan meretas ambisi di kekuasaan? Pak Gamawan tersenyum sebelum menjawab. Ia pun kemudian memulai jawabannya. Kata dia, ia tak punya ambisi lagi mengejar posisi di lingkar kekuasaan. Cukup jadi menteri saja. Menurutnya, jabatan Mendagri adalah posisi terakhirnya di kekuasaan. Ia tak punya ambisi lagi menggapai posisi yang lebih tinggi, misal menjadi Wakil Presiden atau lebih tinggi dari itu.

Bahkan kata dia, andaipun nanti ada yang menawarkan kembali posisi menteri, ia akan dengan tegas menolaknya. Jadi Mendagri adalah yang terakhir kalinya. Setelah pensiun nanti, ia punya keinginan jadi peternak. Namun yang pasti, usai tak lagi berkantor di Merdeka Utara, tempat Kementerian Dalam Negeri berada, ia akan lebih fokus mengurus masalah sosial dan pendidikan. Ada satu yayasan yang sudah didirikannya. Di yayasan itulah ia ingin mengabdi, dan berharap bisa memberi manfaat bagi sesama.

“Yayasan itu banyak mengurus pendidikan anak-anak Yatim. Ya mungkin cukuplah jadi presiden anak yatim saja he.he.he,” kata Pak Gamawan sambil tertawa.

Pak Gamawan juga tak tertarik masuk partai. Padahal kata dia, ia sempat ditawari Pak SBY, bosnya di kabinet untuk ikut konvensi penjaringan capres yang diadakan Partai Demokrat, partai yang diketuai Pak SBY. Namun ia menolaknya.

“Saya ingin pensiun dari segala keramaian politik,” katanya.

Lalu bagaimana dengan Pak SBY sendiri? Apakah setelah jadi pensiun jadi presiden akan mengikuti jejak ayah saya dan Pak Gamawan? Sepertinya tidak. Pak SBY masih ingin aktif di politik. Faktanya, ia tak lantas pensiun dari Partai Demokrat begitu ia ‘lengser’ dari Istana. Hingga sekarang Pak SBY masih tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, jabatan yang ia sandang setelah dipilih dalam kongres partai di Bali beberapa waktu yang lalu.

Pak SBY jadi nakhoda partai menggantikan Mas Anas Urbaningrum, yang mundur dari partai karena jadi tersangka dalam kasus korupsi Hambalang. Sebelumnya Pak SBY menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Berduet dengan putra bungsunya, Mas Edhie Baskoro Yudhoyono atau Mas Ibas, Pak SBY memimpin Partai Demokrat. Mas Ibas sendiri adalah Sekjen Partai Demokrat, sejak Mas Anas jadi Ketua Umum.

Comment di sini