4 Manfaat Jadi Anak Rantau

by
January 15th, 2015 at 2:01 pm

CiriCara.com – Bagaimana rasanya jauh dari rumah? Tinggal di kos sendiri tanpa ada yang cerewetin dan marah karena kamar yang berantakan atau pulang di atas jam 10 malam. Tenang aja, anak merantau nggak perlu merasakan semua itu, karena mau ke mana-mana sampe jam 2 malam juga nggak bakalan ada yang peduli. Kelihatannya enak banget ya.

perantauan

Merantau – Ist

Namun, walau merantau terlihat memiliki keleluasaan yang lebih besar, keadaan tersebut menuntut mereka untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan dan lebih bertanggung jawab. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan menjadi anak perantauan :

- Mandiri

Kalau biasanya diantar sekolah sama mama, sekarang berangkat sendiri. Anak rantauan pasti akan menjadi lebih mandiri, karena mau kemana-mana juga sudah sendiri. Mau ke mall sendiri, cuci baju sendiri, makan sendiri. Walau pun kelihatan sedih, tapi lama-lama juga akan terbiasa dan bagaimana pun anak rantau bisa berdiri sendiri tanpa tergantung dengan orang lain.

- Fokus

Karena sebagian besar kegiatan biasa dilakukan sendiri, maka otomatis tingkat fokus anak rantau akan lebih tinggi. Sebagai contoh mereka yang naik kendaraan umum dalam melakukan aktivitasnya harus lebih fokus dan waspada agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan seperti, kecopetan atau ketinggalan angkot.

- Berpikiran lebih terbuka

Merantau membawa seseorang pada kehidupan yang sesungguhnya. Lingkungan baru dan berbeda menimbulkan masalah-masalah yang berbeda pula, menambah pengalaman dan pelajaran yang baru bagi anak rantau. Hal ini memberikan pelajaran-pelajaran baru serta membuka pola pikir yang berbeda dari sebelumnya. Hal-hal tersebut membuat anak rantau memiliki pola pikir yang lebih luas sehingga melihat situasi tidak hanya dari satu sudut pandang saja tetapi juga dari beberapa sudut pandang lain untuk mendapatkan keputusan yang terbaik .

- Belajar manajemen diri

Anak rantau harus memiliki pengaturan diri sendiri, kapan harus makan, mandi, jalan dengan teman atau belajar. Mereka juga akan belajar dalam pengaturan uang, apa saja yang perlu dan penting, karena tidak semua yang perlu itu penting tapi semua yang penting pasti perlu. Sebagai contoh, pada akhir tahun biasanya di mall banyak sale hingga 70%. Namun apakah barang yang di sale memang benar penting dan harus segera dibeli atau itu hanya keinginan semata karena kebetulan ada sale.

Penulis: Kartika

Comment di sini