Asuransi: Perlu atau Tidak?

by
January 15th, 2015 at 8:59 am

CiriCara.com – Asuransi, perlu atau tidak? Mungkin bagi sebagian orang asuransi adalah hal yang penting bagi hidup dan harta bendanya, sebagian lagi merasa itu adalah sebuah pilihan, dalam arti jika punya asuransi berarti punya jaminan masa depan, dan kalau tidak punya asuransi ya tidak menjadi masalah, dan sebagian orang menganggap asuransi adalah sebuah hal yang tidak penting dan tidak perlu karena ada banyak sekali permainan uang di dalam sana.

asuransi

Asuransi – Ist

Sebelum membahas lebih jauh lagi, sebenarnya apa sih asuransi itu? Asuransi adalah tabungan jangka panjang yang digunakan untuk meng-cover hal hal tidak terduga yang akan terjadi di masa depan baik untuk jiwa atau pun harta benda. Apabila, ada pihak pihak yang merasa kurang puas terhadap pihak asuransi, sebenarnya hanya ada dua kemungkinan. Di satu sisi si nasabah kurang mengerti dengan polis asuransi dengan segala bentuk konsekuensi yang diambilnya, atau di sisi lain, agen asuransi tidak menjelaskan tentang asuransi tersebut yang sejelas-jelasnya kepada pihak nasabah, sehingga ada kesalahpahaman.

Untuk menghindari hal tersebut, maka diperlukan pemahaman dan pengertian antara nasabah dan sang agen, karena perlu diingat, kunci dari kelancaran berasuransi adalah “rasa saling percaya”. Perlu dipahami bahwa asuransi ada banyak jenisnya, mulai dari asuransi kendaraan bermotor, asuransi harta benda, asuransi jiwa, bahkan ada juga asuransi yang mencover segala aspek seperti yang sudah disebutkan tadi. Jadi ada baiknya apabila sebelum mengambil asuransi, calon nasabah mengerti asuransi apa yang diambil, masalah apa saja yang ditangani dalam asuransi tersebut, dan resiko apa yang perlu dihadapi.

Asuransi pun sebenarnya ditujukan untuk suatu hal yang baik, dan ada banyak sekali keuntungan yang didapat dengan berasuransi, misalnya :

1. Memiliki Kartu Rumah Sakit

Nasabah yang mengalami sakit penyakit dalam bentuk apa pun, baik sakit kritis atau pun tidak, dan segala biaya perawatan akan ditanggung oleh pihak asuransi secara penuh sesuai dengan plan yang diambil. Biaya-biaya yang ditanggung oleh pihak asuransi pun beragam, mulai dari biaya dokter, rawat inap, ICU, obat, kamar, dan lain lain.

2. Perlindungan dari kondisi kritis

Kondisi kritis yang dimaksud adalah beberapa penyakit dalam yang berbahaya seperti Sakit Jantung, Kanker, Diabetes, dan lain lain. Secara teknis ada 34 kondisi kritis yang diproteksi. Perusahaan asuransi melindungi nasabahnya dari kerugian finansial sebagai efek dari mengalami penyakit kritis tersebut. Kerugian yang bisa muncul dalam kasus ini adalah: Kerugian biaya pengobatan dan operasi yang mencapai angka puluhan atau ratusan juta rupiah, kehilangan sejumlah asset bahkan asset asset berharga untuk membayar biaya pengobatan, kelumpuhan yang menyebabkan nasabah tidak dapat bekerja lagi. Bagi nasabah yang mengalami kondisi kritis seperti ini, maka pihak asuransi akan memberikan nilai manfaat kepada nasabahnya untuk biaya yang jumlahnya besar tersebut. Besarnya nilai manfaat misalnya Rp 500,000,000,-

3. Perlindungan karena kecelakaan

Dewasa ini kecelakaan lalu lintas semakin tidak bisa diprediksi, dan oleh karena itu kita harus berjaga-jaga setiap saat. Di sini, peran asuransi dalam memberikan perlindungan karena kecelakaan adalah seperti pemberian ganti rugi finansial sebagai akibat dari kecelakaan itu sendiri.

Comment di sini