Bumi Diprediksi Bakal “Terpanggang” di 2050

by
January 15th, 2015 at 10:15 am

CiriCara.com – Diskusi di gelar, di Jakarta, 10 November 2010, bertajuk, “ International Youth Forum On Climate Change”. Salah satu pembicara utamanya adalah Pak Emil Salim. Tahu kan Pak Emil? Pak Emil ini adalah mantan Menteri Lingkungan Hidup. Jadi, beliau memang orang yang punya kapasitas untuk bicara tentang lingkungan hidup, khususnya bicara tentang pemanasan global. Yang saya ingat dari paparan Pak Emil dalam diskusi itu adalah peringatannya tentang potensi bumi terpanggang. Waduh, peringatan yang bikin bulu kuduk berdiri.

bumi

Bumi “terpanggang” – Ist

Kata Pak Emil dalam diskusi itu, kalau tak ada tindakan besar, mencegah perubahan iklim yang kian membuat bumi panas, maka diperkirakan pada 2050, bumi akan ‘terpanggang’. Ini Pak Emil yang bicara lho. Bukan Mas Mul, supir bajaj kenalan saya. Kalau Mas Mul yang bicara, saya pasti akan bilang Mas Mul ngelindur, atau sedang kesambet. Tapi, karena Pak Emil yang ngomong, bulu kuduk saya merinding. Saya yakin, Pak Emil tak sedang ngelindur.

Nah, saat bicara itu, Pak Emil sedang menjabat jadi Anggota Dewan Pertimbangkan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup. Saat itu, Presidennya masih Pak SBY. Jadi Pak Emil ini penasehatnya Pak SBY.

Menurut Pak Emil, bumi mulai memanas, ketika revolusi industri mulai menggeliat ekitar tahun 1750. Saat itu, para ahli sukses menemukan cara mengambil sumber daya energi dari perut bumi. Sumber daya energi yang dimaksud Pak Emil adalah terutama batu bara. Dengan batubara, roda industri pun bergerak cepat. Produksi pabrik-pabrik pun bisa digenjot lebih cepat dan banyak lagi. Nampak mengagumkan.

Tapi kemajuan revolusi industri itu menimbulkan dampak yang sekarang sangat mulai terasa. Karena menurut Pak Emil, revolusi industri adalah babak pertama dimulai pencemaran bumi. Pemanasan global pun mulai terjadi, perlahan tapi pasti.

Kata Pak Emil, bisa dikatakan, sejak sejak 1750, bumi yang kita diami tak lagi alami lagi. Gas-gas dari perut bumi, seperti
gas karbon dan lainnya, keluar lalu memenuhi udara. Bumi pun, kata Pak Emil, kemudian berselimutkan gas-gas berbahaya yang mewujud dalam bentuk rumah kaca. Dan rumah kaca itulah yang membawa panas, mulai memanggang bumi dengan perlahan tapi pasti.

Karena bumi sudah diselimuti rumah kaca, kata Pak Emil, panas tak bisa keluar. Hawa panas pun kembali ke bumi. Dan inilah perkiraan Pak Emil yang bikin merinding. Kata beliau, nanti setelah 300 tahun setelah 1750, artinya itu pada 2050, panas bumi diperkirakan bakal meningkat. Suhu bumi akan meningkat 2 derajat di atas rata-rata suhu normal. Bila itu yang terjadi, es bakal mencair, laut mengembang, pola hujan berubah, arus laut berubah, air menjadi langka. Itu akan terjadi pada 2050, begitu kata Pak Emil.

Maka, kata Pak Emil, bagi yang masih ada dan hidup pada 2050, pasti akan merasakan perubahan drastis tersebut. Artinya kata Pak Emil, mereka yang akan menanggung dampak semua itu, adalah generasi belia yang masih hidup sekarang ini serta generasi berikutnya. Kata beliau lagi, yang akan merasakan bukan generasi Pak SBY, Pak Ical, Pak Jusuf Kalla, ataupun generasi dirinya. Tapi yang akan merasakan getahnya dari panasnya bumi terpanggang adalah generasi sekarang dan yang akan datang.

“Maka kalau kalian diem saja, matilah kalian,” kata Pak Emil menambah saya makin merinding.

Comment di sini