Dalam 3 Tahun, Dua Jenderal Kena Jerat KPK

by
January 15th, 2015 at 2:40 pm

CiriCara.com – Banyak orang nyinyir, korupsi adalah ciri khas dari bangsa Indonesia. Kenyinyiran ini muncul, karena begitu meruyaknya kasus korupsi di negeri ini. Korupsi merasuk ke semua level. Dari mulai menteri, jenderal hingga kepala desa banyak yang dijangkiti penyakit yang termasuk kejahatan luar biasa itu.

budi gunawan

Komjen Budi Gunawan – Ist

Selasa, 13 Januari 2015, menjadi hari yang buruk bagi seorang Jenderal bintang tiga polisi. Hari itu, dari Rasuna Said, markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), disiarkan kabar yang menggegerkan, Komisaris Jenderal Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi saat sang jenderal menjabat sebagai Kepala Pembinaan Karir dan SDM Mabes Polri pada 2006. Dua petinggi KPK, yakni Pak Abraham dan Bambang Widjadjanto yang mengumumkan kabar menggegerkan itu. Saya menonton pengumuman KPK itu lewat layar kaca, kala ikut meneduh di sebuah warung dari guyuran yang turun dengan deras.

Kenapa penetapan Komjen Budi menggegerkan? Karena selain Komjen Budi adalah jenderal polisi yang masih aktif, tapi saat diumumkan jadi tersangka mantan ajudan Presiden Megawati itu sedang menjadi calon Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi ke DPR. Bahkan Komjen Budi adalah calon tunggal Kapolri.

Di layar kaca, Pak Abraham dan Mas Bambang, terlihat bersemangat saat mengumumkan penetapan tersangka Komjen Budi. Padahal Selasa itu, hari pertama bagi Komjen Budi menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri yang akan dilakukan Komisi III DPR. Budi, hari itu diagendakan menerima kunjungan Komisi III di kediamannya di bilangan Duren Tiga. Tradisi mengunjungi kediaman calon Kapolri, memang jadi bagian dari proses fit and proper test.

Namun pastinya, setelah ditetapkan jadi tersangka suasana kebatin sudah berbeda. Apalagi setelah itu muncul desakan dari para aktivis anti korupsi dan penegakan HAM, yang meminta Presiden Jokowi segera menarik surat pencalonan Budi sebagai calon tunggal Kapolri. Tak elok memang seorang tersangka, dipaksakan jadi pejabat negara.

Sejak awal para penggiat anti korupsi meminta Jokowi melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dalam proses seleksi calon KPK. Alasan mereka, agar didapat calon yang jejak rekamnya tak bermasalah. Apalagi nama Komjen Budi selalu dikait-kaitkan dengan kasus rekening gendut sejumlah perwira polisi yang dulu sempat ramai. Tapi masukan para penggiat anti korupsi itu sepertinya tak didengarkan Presiden. Padahal, saat menseleksi calon menteri, Jokowi melibatkan KPK dan PPATK. Bahkan sampai menunda pengumuman karena ada sejumlah calon menteri yang diajukan ke KPK, dilabeli warna merah dan kuning oleh dua lembaga tersebut.

Namun kini KPK sudah menasbihkan Komjen Budi sebagai tersangka. Sebuah status hukum yang bisa meruntuhkan karir politik seseorang. Padahal, jika tak ada pengumuman KPK, selangkah lagi Budi bakal jadi orang nomor satu di Trunojoyo. Bagi kepolisian sendiri, ditetapkannya Budi sebagai tersangka, adalah pukulan kedua yang dirasakan amat telak oleh institusi tersebut. Sebab sebelumnya, KPK juga sudah menjerat jenderal aktif polisi lainnya, yakni Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Comment di sini