Menagih Utang Mie Sukun Pak SBY

by
January 15th, 2015 at 8:25 am

CiriCara.com – Dalam debat calon presiden 2009, ada seorang calon persiden yang berjanji bakal melahirkan mie berbahan tepung sukun. Mohon maaf Pak SBY, mungkin bapak ingat siapa yang berjanji akan buat mie sukun tersebut. Seingat saya, yang berjanji itu adalah bapak. Saat itu janji tentang mie sukun terucap dari mulut bapak, menangkis serangan Pak Jusuf Kalla, rival bapak yang menyindir iklan politik bapak yang menggunakan jingle Indomie, produk mie berbahan terigu impor. Waktu itu Pak Kalla menyindir visi misi bapak yang pro rakyat, tapi menggunakan jingle iklan Indomie yang notabene banyak menggunakan bahan impor.

presiden susilo bambang yudhoyono

SBY – Ist

Mungkin saat itu bapak tersengat dengan sindiran Pak Kalla, hingga keluar jawaban mie sukun tersebut. Ya, bapak tentunya tak mau di cap sebagai pemimpin yang mementingkan bahan impor ketimbang bahan hasil negeri sendiri. Kini bapak sudah pensiun jadi Presiden. Justru Pak Kalla yang sekarang kembali naik jadi Wakil Presiden setelah terpilih bersama Pak Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2014.

Namun hingga bapak digantikan Pak Jokowi, saya belum menemui di toko, pasar atau supermarket manapun di Indonesia, mie berbahan tepung sukun. Yang saya temui masih Indomie, mie berbahan terigu impor yang jingle iklannya bapak pakai jadi jingle iklan politik bapak di 2009. Atau mungkin saya yang kurang pengetahuan, mie sukun itu sebenarnya sudah ada. Bila sudah ada, mungkin bapak menunjukan dimana itu dijual. Namun bila belum ada juga mie sukun, saya kira bapak masih punya utang yang belum dilunasi.

Bukankah kata bapak, melunasi utang itu adalah kewajiban. Bila tak dilunasi, kata bapak dosanya bisa dunia akherat. Itu yang bapak katakan ketika menuntut PT Minarak Lapindo segera melunasi utang-utangnya pada korban semburan lumpur di Sidoarjo. Saya tak muluk-muluk menagih janji bapak lainnya.

Janji bapak menuntaskan kasus pembunuhan Mas Munir, yang kata bapak itu adalah utang sejarah, biarlah itu jadi urusan para penggiat HAM. Saya kira mereka lebih paham. Saya cukup menagih janji bapak tenang mie sukun saja.

Saran saya, sebaiknya bapak coba omong-omong dengan Pak Jokowi tentang mie sukun ini. Karena bapak bukan lagi presiden, tentu agak susah melunasi utang mie sukun bapak. Mumpung bapak masih jadi ketua partai, mungkin suara bapak akan didengar Pak Jokowi. Dari pada utang tak dilunasi, baiknya coba usahakan lewat Pak Jokowi. Atau bapak tak usah malu mengutarakan pada Pak Kalla. Karena seingat saya, saat debat dulu Pak Kalla menyatakan akan menunggu janji mie sukun yang bapak ucapkan. Inget lho Pak, utang itu di bawa sampai mati…

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini