Wanita Pertama yang Berhasil Jadi RI-1

by
January 15th, 2015 at 11:22 am

CiriCara.com – Saya kira, bangsa Indonesia ini, banyak memiliki keunikan. Keunikan tak hanya menyangkut fakta-fakta geografis dan kultural. Tapi keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia juga datang dari para pemimpinnya. Banyak kisah para pemimpin kita yang layak kita dongengkan terus menerus, dengan segala keunikan dan kekhasannya. Banyak yang bisa kita tuliskan ulang sekedar penyegar ingatan, bahwa negeri punya segudang cerita tentang para pemimpinnya.

megawati

Megawati Soekarnoputri – Ist

Misalnya kita mencatat dan mengingat, apa yang membuat seorang pemimpin di negeri ini berbeda dengan pemimpin lainnya. Dari penampilannya-kah? Atau dari gaya bicaranyakah? Atau apakah dia itu adalah seorang pencetak sejarah? Atau dia, adalah orang besar karena tindakan besar? Atau justru dia pemimpin yang diturunkan tragis oleh rakyatnya dan dihujat dimana-mana?. Yang pasti banyak yang bisa kita catat dari mereka yang pernah dan sedang memimpin negeri ini.

Salah satunya yang ingin saya catat dan ceritakan adalah tentang Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau ini adalah salah satu putri kandung Soekarno, Presiden RI yang pertama. Nah, kalau melihat jejak kisahnya, Ibu Mega ini saya kira pantas dimasukan sebagai pemimpin pencetak sejarah. Karena dia, adalah wanita pertama yang jadi presiden di Indonesia.

Dari apa yang sudah dicapai, bisa dikatakan, mamanya Mbak Puan Maharani ini adalah perempuan hebat. Bagaimana tidak hebat, dia adalah wanita pertama di Indonesia yang jadi Presiden. Sekaligus beliau juga adalah ibu rumah tangga pertama di Indonesia yang bisa jadi kepala negara. Meski harus diakui, Ibu Mega menjadi presiden, karena “kecelakaan sejarah”.

Seperti diketahui, Ibu Megawati jadi Presiden karena harus menggantikan Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang digusur dari Istana oleh sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebelumnya Ibu Mega ini adalah Wakil Presidennya Kyai Gus Dur. Jadi Ibu Mega naik jadi RI-1, bisa dikatakan karena kebetulan Gus Dur di impeachment oleh MPR. Jadi, bisa dikatakan Ibu Megawati jadi Presiden karena faktor kebetulan bin keberuntungan.

Namun menurut saya, meski jadi Presiden ‘pengganti’, Ibu Mega ini tetap saja hebat. Karena sepertinya untuk beberapa periode ke depan, kita harus jujur belum ada lagi sosok tokoh perempuan yang punya potensi diorbitkan jadi presiden. Panggung masih didominasi oleh tokoh-tokoh kaum adam. Tapi bukan berarti peluang tertutup sama sekali, karena panggung politik tak bisa dihitung dengan rumus ala ilmu matematika. Bisa saja, perempuan seperti Ibu Tri Rismaharini jadi Presiden, bila ada partai yang mendukungnya. Ibu Risma, Wali Kota Surabaya itu punya modal untuk diorbitkan dengan seabrek prestasinya.

Ibu hebat lain yang layak diorbitkan adalah Ibu Susi Pudjiastuti. Meski bergaya slengean, tapi sekarang di jajaran kabinet kerjanya Pak Jokowi, Ibu Susi adalah yang populer. Ia jadi menteri yang langsung menggebrak. Bukan menteri yang banyak basa-basi. Tapi menteri yang mementingkan aksi. Kini mulai muncul suara-suara yang menganggap Ibu Susi layak jadi pemimpin di negeri ini.

Jadi buat ibu-ibu rumah tangga di negeri ini jangan minder, namun mesti percaya diri. Ibu Mega saja yang hanya seorang ibu rumah tangga bisa jadi presiden, masa yang lain tak bisa. Asal ada jalan sejarah, sangat mungkin takdir jadi kepala negara menghampiri.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini