Ternyata Mayoritas Calon Menteri versi Relawan Tak Dipakai Jokowi

by
January 21st, 2015 at 11:30 am

CiriCara.com – Ini sebenarnya tulisan agak lawas yang pernah saya racik. Tapi tulisan ini ngendon saja di folder komputer jinjing saya. Karena ini terkait dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saya pikir apa salahnya tulisan ini disebarkan via Ciricara.com. Mungkin ini bisa jadi sebagai penambah referensi atau sekedar pengetahuan agar ingatan tak gampang dilarung lupa.

kabinet kerja

Foto Kabinet Kerja Jokowi-JK – Ist/Antara

Seperti diketahui, pasca ditetapkannya Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilihan presiden, gairah publik untuk ikut serta berpartisipasi memberikan masukan cukup besar. Termasuk memberi masukan calon-calon menteri yang layak masuk kabinet Jokowi. Salah satunya Jokowi Center, salah satu organ relawan pendukung Jokowi yang berinsiatif mengelar polling calon menteri. Bahkan, hasil polling pun sudah diserahkan ke Jokowi.

Pada Minggu petang, 26 Oktober 2014 Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya. Menteri-menteri baru itu dilantik esok harinya, Senin 27 Oktober 2014 di Istana Negara. Tapi setelah saya cermati, ternyata, hasil polling calon menteri versi relawan dengan komposisi menteri pilihan Jokowi, banyak yang berbeda. Bahkan, mayoritas ‘calon menteri pilihan relawan’ tak dipakai Jokowi.

Dalam daftar 34 calon menteri Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) hasil polling Jokowi Center, sejumlah nama terpilih dan dianggap layak masuk kabinet. Nama-nama itu antara lain, Jenderal Moeldoko yang dinilai pantas menjadi Menkopolhukam. Ternyata Jokowi memilih Laksmana Purnawirawan Tedjo Edy Purdijatno.

Nama lain yang dianggap layak masuk kabinet versi polling Jokowi Center adalah,
Dahlan Iskan (Menko Perekonomian), Kuntoro Mangkusubroto (Menko Kesra), Agustin Teras Narang (Mendagri), Marty Muliana Natalegawa (Menlu), Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (Menhan), Saldi Isra (Menkumham), Raden Pardede (Menkeu), Arif Budimanta (Menteri ESDM), Poempida Hidayatulloh (Menteri Perindustrian), Mari Elka Pangestu (Mendag), Bustanul Arifin (Menteri Pertanian), Frans Wanggai (Menhut), Danang Parikesit (Menhub), Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan), Rieke Dyah Pitaloka (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Ilham Akbar Habibie (Menteri PU), Ali Ghufron Mukti (Menkes).

Anies Baswedan (Menteri Pendidikan), Eva Kusuma Sundari (Mensos), Lukman Hakim Saifudin (Mensos), Mira Lesmana (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Onno W Purbo (Menkominfo), Maruarar Sirait (Mensesneg), Yohannes Surya (Menristek), Khofifah Indar Parawansa (Menkop dan UKM), Puan Maharani (Menteri Pemberdayaan Perempuan), Dodo Sambodo (Menteri LH), Tri Rismaharini (Menpan dan Reformasi Birokrasi), Andrinof Chaniago (Menteri PDT), Faisal Basri (Kepala Bappenas), Ridwan Kamil (Menpera), Dahlan Iskan (Menteri BUMN) dan Anies Baswedan (Menpora).

Tapi usulan tinggal usulan. Meski katanya calon menteri hasil polling Jokowi Center sudah diserahkan ke Presiden terpilih, Jokowi, namun banyak nama yang dianggap layak tak masuk kabinet. Hanya segelintir nama saja usulan publik yang dijaring Jokowi Center lewat pollingnya yang dipilih Jokowi, yaitu Khofifah Indar Parawansa, Puan Maharani, Andrinof Chaniago, Anies Baswedan, Ryamizard Ryacudu dan Lukman Hakim Saifudin. Itu pun ditempatkan Jokowi pada pos yang tak sama seperti usulan publik.

Puan misalnya, dalam daftar menteri versi Jokowi Center, diusulkan menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan, tapi oleh Jokowi justru diangkat jadi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Begitu juga dengan Khofifah Indar Parawansa dan Andrinof Chaniago. Dalam usulan Jokowi Center, Khofifah diplot sebagai Menteri Koperasi, tapi oleh Jokowi ditempatkan sebagai Menteri Sosial. Sementara Andrinof dalam daftar menteri versi relawan menjadi Menteri PDT, tapi oleh
Jokowi, pakar kebijakan publik itu diangkat jadi Kepala Bappenas.

Hanya Ryamizard, Anies dan Lukman yang posisinya sama antara versi Jokowi Center dengan posisi yang diberikan presiden. Ryamizard, berdasarkan hasil polling Jokowi Center, layak jadi Menhan. Oleh Jokowi, mantu dari mantan Wapres Try Soetrisno itu ditempatkan pada posisi yang sama. Begitu juga dengan Lukman, diusulkan publik jadi Menag, oleh Jokowi dipilih menempati posisi yang sama. Begitu juga dengan Anies. Menariknya, dalam daftar kabinet versi Jokowi Center, nama Rini Soemarno dan Tjahjo Kumolo sama sekali tak masuk daftar. Yang masuk Dahlan Iskan untuk posisi Menteri BUMN yang sekarang diberikan pada Rini. Pun Tjahjo yang sekarang jadi Mendagri. Posisi itu menurut Jokowi Center layak diduduki oleh Teras Narang.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini