Tiap Hari Jakarta Produksi 6.500 Ton Sampah

by
January 21st, 2015 at 8:44 am

CiriCara.com – Pada Senin, 19 Januari 2015, saya menerima broadcast messenger yang dikirimkan oleh Mas Dwi Joko Rusriyanto. Si Mas ini adalah penggagas #GerakanAkuCintaJakarta. Salah satu program yang getol dikampanyekannya adalah #AyoStopNyampah. Lewat berbagai cara ia mengkampanyekan budaya buang sampah pada tempatnya. Tujuannya, agar warga Ibukota ‘sadar’ akan kebersihan dan bisa mencintai kota Jakarta.

sampah

Pemulung mengais sampah – Ist

Menurut Mas Dwi, untuk mensosialisasikan program yang dilansir #GerakanAkuCintaJakarta, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Radio Suara Kathulistiwa Jakarta 1026 AM. Di radio itu ada program “Obrolan Stroberi”, kepanjangan dari Selalu Terobsesi Memberi. Program ini khusus membicarakan tentang program Gerakan Aku Cinta Jakarta.

“Program disiarkan tiap Sabtu, pukul 06.00-08.00 pagi,” kata Mas Dwi.

Dalam broadcast messengernya yang dikirimkan via layanan blackberry messenger Mas Dwi mengungkapkan informasi tentang volume sampah yang dihasilkan Kota Jakarta tiap harinya. Ternyata, volume sampah yang dihasilkan Kota Jakarta sangat banyak mencapai ribuan ton per hari.

Menurut Mas Dwi, setiap harinya Jakarta memproduksi lebih dari 6.500 ton sampah. Mau tahu berapa biaya pengelolaannya? Mas Dwi menginformasikan untuk mengelola 6.500 ton sampah itu biaya yang dihabiskan ± Rp 2 milyar per hari. “Atau lebih dari Rp 700 milyar per tahun,” katanya.

Jadi kata Mas Dwi, demi Jakarta yang lebih baik, Gerakan Aku Cinta Jakarta mengajak semua warga Ibu Kota untuk melakukan gerakan, tidak buang sampah sembarangan, mengurangi (reduce) sampah serta melakukan gerakan pungut sampah. Karena kata dia, bila sampah bisa dikurangi, maka anggaran untuk pengelolaan sampah bisa dialokasikan untuk hal-hal yang sangat penting, seperti misalnya untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, dan lain-lain.

Selain itu, tentunya ancaman bencana banjir dan gangguan kesehatan akibat sampah yang menumpuk pun akan berkurang. Itu artinya, DKI Jakarta akan jadi kota yang bersih dan juga bebas banjir. Sangat penting untuk menanamkan rasa peduli masyarakat kota Jakarta terhadap lingkungan di sekitarnya.

Jangan hanya menuding pemerintah tidak becus mengurusi masalah sampah. Kita sebagai warga Jakarta pun harus ikut serta dalam mengatasi masalah tersebut. Mari ciptakan kota bersih yang bebas dari sampah.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini