75 Persen Sekolah Berdiri di Daerah Rawan Gempa

by
January 22nd, 2015 at 1:57 pm

CiriCara.com – “Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia berada di daerah risiko tinggi gempa bumi,” demikian informasi yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Kamis 11 Juli 2013 lalu, layanan broadcast messenger. Saya kebetulan salah satu yang menerima broadcast Pak Sutopo.

Gempa Bumi di Tasikmalaya

Gempa Bumi / Ist.

Sebenarnya dalam broadcast messengernya, informasi utama yang ingin disampaikan Pak Sutopo adalah tentang daya rusak gempa di Aceh terhadap sekolah-sekolah. Namun yang menarik saya adalah informasi tentang 75 persen sekolah-sekolah di Indonesia berada di daerah rawan gempa. Jelas ini ‘warning’ yang tak main-main dari Pak Sutopo.

Pada 2 Juli 2013, gempa mengguncang bumi Serambi Mekah dengan kekuatan 6,2 skala richter. Gempa yang terjadi awal Juli itu telah menimbulkan sejumlah kerusakan. Dalam broadcast messengernya Pak Sutopo mengungkapkan akibat gempa, 314 sekolah rusak. Sebanyak 171 sekolah diantaranya mengalami rusak berat. Sisanya 136 sekolah mengalami rusak sedang, dan 7 sekolah lainnya hanya rusak ringan.

Pak Sutopo juga merinci dimana saja sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Serambi Mekah tersebut. Kata dia, di Aceh Tengah, sebanyak  292 sekolah rusak. Sebanyak 158 sekolah diantaranya rusak berat. Sisanya 134 sekolah mengalami rusak sedang. Sementara di Kabupaten Bener Meriah, sekolah yang rusak karena gempa 2 Juli 2013, tercatat 22 sekolah. 13 sekolah di antaraya rusak berat. Sisanya 2 sekolah rusak sedang, dan 7 sekolah hanya rusak ringan.

Namun untungnya kata Pak Sutopo saat gempa melanda sekolah sedang libur. Gempa sendiri terasa mengguncang Aceh pukul 14.37 WIB. Pak Sutopo tak membayangkan bila saat itu sekolah tak libur dan banyak murid yang sedang beraktivitas dalam ruangan. Pasti korban akan banyak. Tapi untungnya kegiatan belajar mengajar sedang libur. Korban banyak pun terhindarkan.

Apalagi kata Pak Sutopo, para guru di Indonesia tak begitu memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. Diperapah banyak gedung sekolah di negeri ini kualitas bangunannya di bawah standar. Dalam broadcast messengernya, Pak Sutopo juga tak lupa mengutip data yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2010. Menurut data Bank Dunia, kata Pak Sutopo, sekolah-sekolah di Indonesia adalah empat terbanyak di dunia yang berada di daerah rawan gempa. Atau dalam kata lain, 75 persen sekolah di Indonesia itu tak aman, karena berdiri di daerah risiko gempa.

Diujung pesan berantainya, Pak Sutopo mengungkapkan bahwa saat Aceh dilanda tsunami pada 2004, lebih dari 2000 sekolah saat itu hancur luluh lantak. Sedangkan ketika Yogyakarta diguncang gempa dahsyat pada 2006, tercatat ada 2.900 sekolah yang luluh lantak. Sementara saat gempa melanda bumi Sumatera Barat pada 2009, sebanyak 241 sekolah rusak.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini