Korupsi Tak Kenal Profesi

by
January 22nd, 2015 at 9:14 am

CiriCara.com – Tadi sore, 21 Januari 2015, saya iseng membuka kembali kiriman-kiriman yang mampir di inbok email saya. Ternyata banyak yang belum saya buka dan baca. Setelah dibuka ternyata banyak yang isinya menarik plus informatif. Isinya banyak yang memuat fakta menyebalkan yang terjadi di negeri ini, seperti isi pesan yang dikirimkan Mas Djuni Pristiyanto seorang penulis lepas yang juga pengelola milis tentang kebencanaan.

koruptor

Korupsi – Ist

Pesan dari Mas Djuni saya terima akhir bulan Oktober 2013. Isinya menurut saya selalu relevan dengan kondisi menyebalkan di negeri ini, yakni korupsi yang belum juga terkikis habis. Apalagi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi.

Isi pesan yang dikirimkan Mas Djuni tentang penanganan tindak pidana korupsi berdasarkan profesi atau jabatan. Setelah saya baca, ternyata penyakit korupsi sudah menjangkiti semua kalangan, baik itu legislator, eksekutif, birokrat maupun pihak swasta. Jadi korupsi sudah tak kenal profesi.

Begini isi lengkapnya pesan yang dikirimkan Mas Djuni tentang penanganan tindak pidana korupsi berdasarkan profesi atau jabatan. Menurut pesan yang dikirimkan Mas Djuni, pelaku korupsi didominasi dari swasta. Disebutkan dalam pesan itu,  per 31 Oktober 2013, KPK telah menangkap tersangka korupsi dari unsur pengusaha atau swasta sebanyak 20 orang, disusul anggota DPR atau DPRD sebanyak 8 orang, lalu pejabat eselon I/II/III sebanyak 7 orang. KPK juga berhasil menjerat 4 hakim dan Kepala Lembaga atau Kementerian sebanyak 2 orang. Itu data hanya dari Januari sampai per 31 Oktober 2013 saja yah…

Pada tahun 2007, KPK berhasil menjerat 2 orang anggota DPR/DPRD. Tahun 2008, 7 orang legislator berhasil di jaring KPK. Tahun 2009 meningkat jadi 8 orang. Tahun 2010 melonjak jadi 27 wakil rakyat. Lalu pada 2011, turun jadi 5 orang. Pada 2012 meningkat lagi jadi 16 orang. Dan pada 2013, turun lagi hanya 8 orang yang terjerat. Total ada 73 orang anggota DPR/DPRD yang terjerat korupsi selama rentang 2007-2013.

Sementara untuk jabatan kepala lembaga atau kementerian, pada tahun 2005 KPK menjerat 1 orang. Tahun 2006 juga hanya 1 orang yang berhasil dijerat. Tahun 2007, tak satu pun yang berhasil dijerat. Kemudian pada 2008, KPK kembali menjerat 1 orang. Tahun 2009 juga hanya 1 orang. Baru pada 2010 meningkat jadi 2 orang. Di tahun 2011 kosong. Tahun 2012, ada 1 orang. Dan pada 2013, tercatat ada 2 orang yang berurusan dengan KPK. Total ada 9 orang.

Sedangkan untuk jabatan Duta Besar, mengutip pesan yang dikirimkan Mas Djuni, hanya pada 2007 sukses memperkarakan 2 orang Duta Besar. Tahun-tahun berikutnya sampai 2013, nihil. Jadi total Duta Besar yang tersandung kasus korupsi hanya 2 orang.

Sampai kapan praktik korupsi ini terus berlanjut? Ada kah generasi yang benar-benar jujur?

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini