Cerita Ratusan “Raja Kecil” Daerah yang Tamak

by
January 23rd, 2015 at 10:30 am

CiriCara.com – Dalam buku ringkasan disertasi doktoralnya, Pak Gamawan Fauzi yang saya baca, Kamis pagi, 22 Januari 2015, termuat sebuah paparan data dan fakta yang bikin suasana pagi saya jadi tak mengenakan alias mengusir mood. Padahal dengan suasana mendung menggayut plus hawa yang lumayan dingin menusuk, perasaan di bawa ke suasana melo semelo melonya. Namun saat membaca paparan data di buku ringkasan disertasi doktoralnya Pak Gamawan, suasana melo langsung meruap diganti perasaan geram dan dongkol. Negeri kok banyak banget isinya adalah para ‘maling’. Dan yang bikin mual, para maling itu adalah mereka yang diberi mandat jadi pemimpin rakyat.

IlustrasiBuku tersebut juga mengurai tentang jumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang tersangkut masalah hukum. Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang kena kasus hukum itu adalah produk dari pemilihan kepala daerah secara langsung. Kata Pak Gamawan dalam buku tersebut, sudah 319 orang kepala daerah yang tersangkut masalah hukum. Sebanyak 283 kepala daerah diantaranya terjerat oleh kasus korupsi. Sisanya 36 orang terkena kasus yang bukan korupsi.

Bayangkan ada 283 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Ini jumlah yang tak main-main. Mereka adalah para pemimpin yang dipercaya rakyat tapi khianat jadi raja-raja kecil yang tamak dan serakah. Mereka adalah raja-raja kecil yang tega ‘mengerat’ duit rakyat seperti tikus yang kelaparan menghabiskan isi lumbung padi.

Di buku yang sama, Pak Gamawan juga merinci status para kepala daerah yang terlilit kasus. Kata mantan Bupati Solok itu, jumlah kepala daerah yang pernah berstatus tersangka mencapai 243 orang. Sedangkan 76 orang lainnya berstatus sebagai saksi. Tak lupa dirinci juga data jumlah raja-raja kecil yang tamak dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2005, sebanyak 45 “raja kecil” di daerah jadi tersangka. Sementara pada 2006, sebanyak 28 orang. Lalu pada 2007 sebanyak 24 orang. Pada 2008, sebanyak 16 orang. Pada 2009, sebanyak 24 orang. Kemudian pada 2010 sebanyak 23 orang. Pada 2011, sebanyak 15 orang. Di 2012 yang jadi tersangka ada 38 orang. Sedangkan pada 2013, tercatat ada 30 orang. Totalnya, 243 orang. Kata Pak Gamawan, sebagian besar yang tersangkut kasus adalah para kepala daerah yang terpilih dari rangkaian Pilkada sejak tahun 2010.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini