Sejak 2005 Sudah 1.026 Kali Pilkada Langsung Digelar

by
January 23rd, 2015 at 8:31 am

CiriCara.com – Kamis, 22 Januari 2015, hawa pagi sedang dingin-dinginnya. Maklum suasana tengah mendung. Matahari pun entah ada dimana. Sepertinya hujan akan turun sejak pagi hari ini. Setelah mengantar anak ke sekolah, saya iseng mengambil sebuah buku bersampul warna kuning. Ternyata, itu ringkasan disertasinya Pak Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri yang sudah pensiun dan digantikan Pak Tjahjo Kumolo.

pilkada

Pilkada langsung – Ist

Saya baca sekilas judulnya. Tertera judulnya : Pengaruh Pemilihan Kepala Daerah Langsung Terhadap Korupsi Kepala Daerah di Indonesia. Saya ingat-ingat, kapan saya dapatkan buku itu. Oh akhirnya saya ingat, di ujung sebelum Pak Gamawan pensiun dia berhasil menggondor gelar S3-nya di Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan Program Pasca Sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Nah, saat itu saya diundang untuk meliput sidang disertasi doktornya di kampus IPDN yang ada di Jatinangor.

Setelah saya buka halaman demi halaman ringkasan disertasi doktoralnya Pak Gamawan, ternyata banyak informasi yang menarik yang bisa dijadikan sebagai referensi atau sekedar pengetahuan. Salah satunya dalam buku bersampul kuning itu diuraikan data-data tentang pemilihan kepala daerah. Apalagi baru saja DPR telah menyetujui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Pilkada yang dikeluarkan Pak SBY saat masih jadi Presiden.

Perpu tersebut menjamin pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung, setelah sebelumnya dalam UU Pilkada, pemilihan kepala daerah diputuskan dilakukan di DPRD. Tapi karena desakan publik sangat besar menolak UU Pilkada yang memuat klausul pemilihan kepala daerah via DPRD, Pak SBY pun mengeluarkan Perpu yang isinya mengembalikan pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung.

Nah, dalam bab IV tentang hasil penelitian dan pembahasan, Pak Gamawan dalam ringkasan disertasi doktoralnya menguraikan tentang pelaksanaan Pilkada di Indonesia. Menurut Pak Gamawan dalam buku ringkasan disertasinya, Pilkada langsung pertama kali digelar pada bulan Juni 2005. Digelarnya Pilkada langsung merupakan amanat dari UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Dari data Kementerian Dalam Negeri tulis Pak Gamawan dalam buku bersampul kuning itu, sampai dengan bulan April 2014, pelaksanaan Pilkada telah dilaksanakan sebanyak 1.026 kali. Artinya sudah ada 1.026 kepala daerah dan wakil kepala daerah produk Pilkada langsung sejak 2005 sampai April 2014.

Data lain yang dimuat dalam buku Pak Gamawan, terkait dengan jumlah pelanggaran yang dilakukan penyelenggara Pilkada dan para peserta Pilkada serta masyarakat itu sendiri. Menurut data tahun 2012, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menerima 99 pengaduan. Lalu pada 2013 jumlah pengaduan terhadap penyelenggara Pilkada meningkat lagi mencapai 577 pengaduan.

Pak Gamawan pun menguraikan pelanggaran Pilkada langsung yang dilakukan penyelenggara. Jenis-jenis pelanggaran itu antara lain pelanggaran kode etik. Untuk jenis pelanggaran ini, tercatat ada 676 buah pengaduan sampai dengan akhir Desember 2013.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini