Antara Kasih dan Kebenaran

by
January 27th, 2015 at 4:20 pm

CiriCara.com – Setiap orang pasti memiliki kasih dalam hidupnya. Tidak peduli seberapa jahat atau kriminal seseorang. Ia pasti memiliki kasih di dalam hatinya. Hanya saja beberapa orang terkadang dalam hatinya ia memilih untuk tidak menunjukkan kasih yang ada dalam hati mereka. Sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya merasa orang tersebut tidak memiliki kasih lagi.

ibu

Kasih sayang seorang ibu – Ist

Kasih berarti kita menyayangi sesuatu. Kasih bersifat lemah lembut. Kasih itu bersifat sabar. Seseorang yang memiliki kasih pasti bisa melakukan perbuatan yang menyenangkan walaupun hal itu hanya dilakukan kepada segelintir orang saja. Ia juga bisa memaafkan kesalahan seseorang kepada dirinya. Sesungguhnya siapa yang memiliki kasih, ia berusaha untuk tidak menyakiti.

Namun beberapa di antara kita terkadang kurang mengerti tentang kasih. Kasih adalah sesuatu yang dilakukan untuk memberikan dampak yang baik bagi si penerima kasih. Namun kita sering mengabaikan akan hal ini. Karena saat memberi kasih, terkadang kita tidak tahu bahwa hal yang kita berikan kepadanya membawa dampak yang negatif.

Seorang anak, tengah asik berjudi dan memakai narkoba di rumahnya bersama teman-temannya. Suatu ketika, saat mereka sedang asik-asiknya melakukan perbuatan bejatnya, suara sirine polisi berdering mendekati rumahnya. Dan salah satu polisi mengetuk pintu rumah untuk melakukan penggrebekan atas tindakan yang melanggar hukum ini. Sang ibu dengan sabar membuka pintu itu. Sang polisi memberikan salam dan langsung menyampaikan maksud kedatangan mereka. Namun, sang ibu berbohong dan mengatakan bahwa tidak ada hal yang dilakukan di rumahnya.

Ibu tersebut melakukannya karena ia sangat menyayangi anaknya dan tidak ingin melihat anaknya ditangkap dan hidup terperangkap dalam jeruji besi. Alhasil, polisi tidak berhasil menangkapnya karena sang anak telah kabur terlebih dahulu.

Hal inilah yang keliru. Sebuah kasih yang diberikan harus lah memberikan dampak yang baik bagi sang penerima kasih. Jangan hanya memikirkan ketakutan, kekhawatiran, kesusahan saja sehingga kita keliru dalam memberikan kasih kita. Kita harus cermat dan berhikmat dalam memberikan kasih kita agar membuat semua orang hidup benar di dalam kasih.

Selamat hidup bahagia. Semoga bermanfaat.

Penulis: -Secret OL-

Comment di sini