Tips Aman Membonceng di Sepeda Motor

by
January 27th, 2015 at 3:52 pm

CiriCara.com – Saat ini sepeda motor menjadi salah satu alat transportasi tervaforit di Indonesia. Bahkan, tiap tahunnya pengguna sepeda motor di Tanah Air selalu bertambah. Tapi apakah para pengendara motor ini tahu standar keselamatan di jalan raya?

membonceng motor yang aman

Cara bonceng yang aman – Ist

Ternyata masih banyak ditemui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengguna sepeda motor. Tidak hanya yang mengendarai, tapi juga para pemboncengnya. Makanya kecelakaan sepeda motor pun sering terjadi.

Untuk menambah pengetahuan, berikut beberapa tips agar tetap aman saat membonceng di sepeda motor:

1. Makin rapat makin aman

Saat membonceng, usahakan posisi tubuh kamu harus dekat dengan tubuh pengendara yang menyetir. Bila perlu tangan sambil memeluk erat. Tapi ya jangan terlalu rapat, nanti malah dikira cewek cabe-cabean, :) rapat sih rapat, tapi ya sewajarnya aja.

Posisi lutut dan paha si pembonceng juga harus rapat pada kedua paha pengendara. Tujuannya biar paha si pembonceng nggak mentok kendaraan lain saat motor menyalip, terutama di jalan yang sempit. Kan bahaya!

2. Cara duduk

Pembonceng wanita tetap diwajibkan untuk duduk dengan posisi “mengangkang”, nggak boleh menyamping kayak ibu-ibu mau kondangan. Hal ini demi menjaga keseimbangan si pengendara saat melaju agar tidak terjatuh.

Kan bahaya, coba kalo pengendaranya nikung dengan gaya miring 45 derajat kayak pembalap MotoGP?! Bisa-bisa yang dibonceng nyungsruk ke aspal. Makanya disarankan untuk pakai celana biar bisa ngangkang dan hindari memakai rok mini, nanti masuk angin. :)

3. Jangan kedodoran

Sebaiknya jangan pakai rok mini nanti jadi tontonan banyak orang dan mengganggu konsentrasi pengendara lain. Apalagi pake celana atau rok yang kedodoran. Lho kenapa? Iya, celana atau rok yang kedodoran ini rawan nyangkut di rantai motor. Nanti yang ada bukannya nyampe tujuan malah nyampe rumah sakit.

4. Pakai helm

Peraturan memakai helm bukan hanya untuk pengendara saja, tapi juga untuk si pembonceng. Meskipun posisi si pembonceng ada di belakang, namun tidak menjamin pembonceng bakal selamat saat terjadi kecelakaan. Karenanya, wajib pakai helm. Kalau nggak mau pakai helm, mendingan naik odong-odong saja!

Gimana, udah tahu kan sekarang?! Mari kita berkendara dengan aman dan selalu patuhi rambu lalu lintas. Budayakan untuk patuhi peraturan lalu lintas di setiap waktu, jangan patuhnya kalau pas lagi ada razia Polisi aja.

(YG)

Comment di sini