Hari Kasih Sayang, Jangan Sekedar Sebatas Ucapan

by
January 28th, 2015 at 11:31 am

CiriCara.com – Tanggal 14 Februari, katanya adalah hari “Kasih Sayang”. Sebutan terkenalnya Hari Valentine. Saya punya cerita tentang ini. Cerita yang mungkin hanya kisah sederhana yang saya rangkai dari sebuah obrolan ringan yang juga sederhana. Obrolan dengan orang sederhana pula.

cinta tulus

Kasih sayang sampai kaki nenek – Ist

Ceritanya begini, kemarin sore saya mampir ke warung Mang Yanto yang memang kerap saya singgahi menjelang saya pulang kerja. Warung Mang Yanto sendiri ada di bilangan Cipete, di sebuah pojok jalan. Tepatnya di Cipete Utara. Saat saya mampir, Mang Yanto lelaki asal Kuningan itu sedang melayani pelanggan para supir bajaj. Ya, warung Mang Yanto memang kerap jadi “tempat mangkal” para supir bajaj.

Saat saya tiba, senyum Mang Yanto mengembang seperti menyambut kedatangan saya. Selalu ramah seperti biasanya. ” Weiih kemana saja nih si bos ini?” kata Mang Yanto menanya kabar.

Saya tersenyum. “Baik mang, nggak kemana-mana, biasa sibuk kerjaan,” jawab saya.

Setelah itu saya pesan segelas kopi. Dan, selanjutnya mengobrol, setelah diawali saling bertukar kabar masing-masing. Tiba-tiba terlintas saja di pikiran tentang Hari Valentine atau hari kasih sayang. Ah, saya ingin tahu, apakah Mang Yanto sahabat saya tahu tentang hari valentine.

“Mang tanggal 14 Februari tahu itu hari apa?” tanya saya.

Enggak tahu hari apa? Saya belum lihat kalender. Kamis mungkin,” jawab Mang Yanto terlihat heran.

Mendengar jawabannya, saya mesem-mesem. Mang Yanto salah menafsirkan pertanyaan saya. “Maksud saya 14 Februari itu hari perayaan apa?” saya mengulang pertanyaan dengan deskripsi lebih lengkap.

“Enggak tahu bos hari apa. Tanggal merah yah, enggak hapal saya perayaan-perayaan, tahunya 17 Agustusan saja,” kata Mang Yanto.

He.he.he. Mang Yanto memang dipastikan tak tahu tanggal 14 Februari itu hari perayaan apa. Saya pun hanya ngetes saja. Tapi kembali iseng saya bertanya. “Kalau Hari Valentine tahu mang?”

“Wah apalagi itu baru denger saya. Enggak tahu bos,” jawab Mang Yanto dengan mantapnya.

Saya pun terpaksa menerangkan sebisa mungkin, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada Mang Yanto yang nampak terheran-heran. ”Itu hari kasih sayang mang. Kalau kasih sayang mengerti pastinya ya mang. Masa enggak,” kata saya.

Nah untuk jawaban Mang Yanto kali ini, saya kira layak untuk disimak. Mang Yanto, menjawab ia tahu dan paham kasih sayang. Karena Tuhan katanya Maha Penyayang juga Maha Pengasih. Jadi manusia sebagai ciptaanNya punya kewajiban untuk saling menyayangi dan mengasihi.

Kepada siapa kasih sayang diberikan, menurut Mang Yanto kepada semua mahluk ciptaan Tuhan. Kepada hewan sekalipun kata Mang Yanto, kita harus menyayangi. Pun pepohonan. Apalagi dengan sesama manusia. Tapi kata dia, kasih sayang itu harus diberikan kepada orang terdekat dulu.

“Misalnya kepada istri, anak, orang tua. Lha, kalau kita pada keluarga tak sayang, bagaimana menyayangi yang lain,” katanya.

Namun menurut pendapat dia, kasih sayang tak perlu ada harinya. Ya setiap hari, kasih sayang itu harus ada. Dan, tak sekedar diucapkan. Lebih penting dari itu adalah kasih sayang lewat perbuatan dan sikap.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini