Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” yang Bikin Heboh

by
February 5th, 2015 at 3:56 pm

CiriCara.com – Buku adalah jendela ilmu. Dengan membaca buku kita akan mendapatkan banyak ilmu dan juga pengalaman baru. Tapi apa jadinya jika buku yang kita baca tersebut mengandung kata-kata yang tidak baik? Tentu akan dikecam.

saatnya aku belajar pacaran

Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran – Ist/Capebanget

Hal itu lah yang terjadi pada buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto. Buku yang nampaknya ditujukan untuk para remaja ini mendadak jadi pemberitaan karena dinilai menyebarkan informasi yang tidak baik.

Dimana di dalam salah satu halamannya, terdapat paragraf yang isinya seolah-olah menganjurkan orang yang pacaran untuk melakukan seks bebas (ML). Kejanggalan ini pun diungkap oleh salah satu pengguna Facebook yang telah membaca buku tersebut.

Sontak beragam komentar pun muncul di media sosial. Kebanyakan dari mereka meminta agar buku tersebut segera ditarik dari peredaran karena dinilai akan menjerumuskan para generasi muda. Pihak penerbit yang meloloskan buku tersebut pun diminta bertanggungjawab.

“Kasihan generasi muda…SETUJU TARIK BUKU AMORAL ITU DARI PEREDARAN!!!” tulis pemilik akun Facebook bernama Candra Nugraha.

“Tarik buku, dan tarik juga perijinan penerbitnya… mau jadi apa generasi sekarang,” tulis akun bernama Riyan Blaugrana.

saatnya aku belajar pacaran

Isi buku yang dinilai tidak sesuai – Ist

Meskipun demikian, ada yang berpendapat bahwa sebenarnya maksud dari si penulis baik. Namun hanya saja pola pikir kebanyakan masyarakat itu berbeda.

“Menurut saya, Bapak Toge lebih mengajarkan kepada bahwa kita itu dihadapkan kepada pilihan2 dalam melakukan sesuatu. Jika kamu pilih A, maka hasilnya X, jika kamu pilih B maka hasilnya Y. Sayangnya, pola pikir yang begitu masih agak aneh di sebagian besar komunitas kita, yang masih beranggapan apapun yg kita lakukan bukan lah pilihan kita secara individu, melainkan akibat atauran/norma/ataupun buku, dlsb,” ujar Yanti Tiung.

Setelah ramai diberitakan, kini si penulis sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan si penulis juga bersedia mengembalikan uang pembeli yang sudah telanjur membeli bukunya.

“Bersama ini, saya Toge Aprilianto, sepenuh hati memohon maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku ‘saatnya aku belajar pacaran,’ yang sebagian isinya ternyata melanggar nilai-nilai agama,” demikian kutipan permohonan maaf dari si penulis, Toge Aprilianto.

Buat kamu yang sudah membaca buku tersebut, mari berpikir positif saja. Ambil yang bermanfaatnya dan buang yang tidak bermanfaat. Jadi lah remaja yang cerdas dan bisa membedakan mana yang benar dan salah.

(YG)

Comment di sini