Ratusan Juta Penduduk, Indonesia Cuma Punya 7800 Peneliti

by
February 5th, 2015 at 1:55 pm

CiriCara.com – Majunya sebuah negara, salahsatunya ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) selain memang sumber daya alamnya. Tapi, jika sumber daya alam melimpah, tanpa didukung ketersediaan SDM berkualitas, maka kemajuan sulit diwujudkan. Alih-alih bisa mandiri justru orang asing yang akan menguasai.

mudik

Warga Indonesia mudik – Ist

Korea Selatan maju, salah satunya karena didukung oleh SDM-nya yang mumpuni. Negeri ginseng ini berhasil jadi negara yang disegani dari sisi penguasaan teknologi, karena sukses membangun SDM-nya. Mendunianya Samsung, adalah buah dari keberhasilan Korea Selatan dalam mencetak SDM-nya. Hyundai, Kia Motor dan merek-merek asal Korea, adalah buah lain dari keberhasilan negeri ginseng dalam melahirkan generasi ‘emasnya’.

Contoh lainnya adalah Jepang. Negeri matahari terbit ini adalah contoh paling sahih dari keberhasilan sebuah negara membangun dan mencetak SDM-nya. Kini, Jepang menjadi negara terkemuka dari sisi penguasaan teknologi. Toyota, Suzuki, Honda, Yamaha, Nissan, Sony, adalah sederet bukti ‘kehebatan’ Jepang.

Sekarang China dan India, tengah menggeliat. Mereka tengah memacu diri menjadi raksasa Asia. Geliat kedua negara ini tak bisa lepas dari keberhasilan mereka dalam membangun SDM berkualitas. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia punya potensi jadi ‘raksasa’, setidaknya untuk kawasan Asia Tenggara. Indonesia dari sisi sumber daya alam, bisa dikatakan kaya. Lautnya kaya dengan ikan. Tanahnya pun banyak yang subur. Belum lagi jumlah penduduknya yang merupakan terbanyak se-Asia Tenggara. Luas negara pun terluas se-Asia Tenggara. Ini modal untuk jadi raksasa. Tinggal yang mesti segera dipersiapkan adalah sebanyak mungkin mencetak SDM yang unggul disegala bidang. Apalagi Indonesia menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean, dimana SDM negeri sendiri akan ‘bertarung’ bebas dengan SDM dari negara satu kawasan.

Lalu seperti apa kesiapan Indonesia? Pada bulan Desember 2012, saya pernah meliput acara diskusi yang digelar di Kementerian Ristek dan Teknologi. Kala itu yang jadi menterinya adalah Pak Gusti Muhammad Hatta. Nah dalam diskusi itu Pak Menristek mengungkapkan sebuah fakta yang menggambarkan wajah SDM Indonesia.

Kata Pak Menristek dari 255 juta orang penduduk Indonesia, yang jadi peneliti masih sangat sedikit. Kata Pak Gusti Muhammad Hatta, Indonesia baru memiliki 7800 peneliti dan perekayasa. Tentu jumlah itu masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Dan ini jadi tantangan dalam menghadapi era persaingan pasar bebas. Sebab semakin banyak sebuah negara punya peneliti, semakin negara itu kian diperhitungkan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pun lebih mudah diwujudkan. Sehingga, Indonesia tak terlalu tergantung kepada teknologi hasil racikan para peneliti ‘asing’. Semoga di era Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla, negeri ini banyak mencetak para peneliti. Dengan begitu Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam penguasaan Iptek.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini