4 Jenderal Bintang Empat yang Tak Pernah Jadi Kepala Staf Angkatan

by
February 6th, 2015 at 9:17 am

CiriCara.com – Pangkat jenderal dengan 4 bintang atau jenderal penuh, adalah pangkat tertinggi dalam dunia kemiliteran. Seorang tentara yang berhasil menjadi jenderal, bisa dikatakan karirnya paripurna atau sempurna.

sby

Jenderal SBY – Ist

Biasanya tentara dengan pangkat jenderal penuh atau dengan empat bintang dipundak, adalah mereka yang menjabat sebagai kepala staf angkatan. Di Indonesia, biasanya yang jadi jenderal adalah para perwira yang diangkat jadi kepala staf. Misalnya Kepala Staf TNI Angkatan Darat atau Kasad, dipastikan akan dijabat oleh seorang tentara dengan empat bintang dipundak. Begitu pun dengan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, akan dipegang oleh perwira dengan pangkat empat bintang di pundak. Tapi sebutan pangkat bintang empat angkatan udara bukanlah jenderal, namun marsekal. Kepala Staf TNI Angkatan Laut pun, akan diisi oleh perwira dengan empat bintang dipundak. Sebutan bintang empat di lingkungan angkatan laut adalah Laksamana.

Namun ternyata, ada beberapa perwira di Indonesia jadi jenderal penuh alias mendapat empat bintang di pundak tanpa pernah jadi kepala staf angkatan. Mereka dinaikan pangkatnya jadi jenderal penuh, bukan karena jadi kepala staf angkatan, tapi dinaikan dengan istilah ‘jenderal kehormatan’.

Siapakah mereka? Pertama adalah Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa dikenal dengan panggilan Pak SBY. Mantan Presiden RI dua periode ini, adalah seorang tentara. Jabatan terakhirnya di TNI adalah sebagai Kepala Staf Teritorial atau Kaster. Pak SBY juga pernah jadi Kepala Staf Sosial Politik TNI atau Kasospol TNI. Setelah itu Pak SBY ditarik ke kabinet menjadi seorang menteri. Pak SBY pernah jadi Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben). Kemudian setelah itu Pak SBY jadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) di era Presiden Megawati. Saat jadi Menkopolkam-lah Pak SBY dapat kenaikan pangkat kehormatan dari Letnan Jenderal menjadi Jenderal.

Kedua adalah, Luhut Panjaitan. Pak Luhut ini adalah prajurit komando atau berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elitnya TNI Angkatan Darat. Saat ini di era Pak Jokowi jadi Presiden, Pak Luhut diangkat jadi Kepala Staf Kepresidenan.

Jabatan terakhirnya Pak Luhut di TNI adalah Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI-AD). Setelah itu pemilik nama lengkap Luhut Binsar Panjaitan diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura. Selepas jadi Duta Besar, Pak Luhut diangkat menjadi Menteri Perindustrian Dan Perdagangan. Saat itu yang jadi Presiden adalah mendiang KH Abdurahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur.

Ketiga adalah Hendropriyono. Pemilik nama lengkap Abdullah Makhmud Hendropriyono ini belum pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Jabatan terakhirnya di TNI adalah sebagai Komandan Kodiklat TNI-AD. Pak Hendropriyono juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).

Di luar posisi militer, Pak Hendropriyono pernah menjadi. Menteri Transmigrasi dan Perambahan Hutan. Setelah itu Pak Hendropriyono menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pangkat terakhir Pak Hendripriyono adalah jenderal bintang empat alias jenderal penuh sama dengan Pak SBY dan Pak Luhut.

Lalu siapa lagi perwira TNI yang mendapat pangkat bintang empat namun tak pernah jadi Kepala Staf Angkatan? Hari Sabarno, adalah perwira yang tak pernah jadi Kepal Staf Angkatan, namun mendapat pangkat jenderal bintang empat.

Jabatan terakhir Hari Sabarno di TNI adalah Asospol Kasospol ABRI. Kemudian Pak Hari diangkat jadi Ketua Fraksi ABRI. Lalu menjadi Wakil Ketua MPR. Saat Megawati jadi Presiden, Pak Hari pernah jadi Menkopolkam ad interim menggantikan Pak SBY yang mengundurkan diri. Pak Hari juga di era Megawati pernah jadi Menteri Dalam Negeri. Pangkat terakhir di militer sebenarnya Letnan Jenderal. Tapi bersama dengan Pak Hendropriyono, Pak Hari mendapat kenaikan pangkat secara kehormatan menjadi jenderal penuh alias jenderal bintang empat. Sayang usai pensiun jadi Mendagri, Pak Hari kesandung kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran yang mengantarkannya masuk bui. Kasus pemadam kebakaran itu membelit Pak Hari saat menjabat sebagai Mendagri.

Perwira TNI lainnya yang tak pernah jadi Kepala Staf tapi dapat bintang empat adalah Soemitro atau biasa dipanggil Pak Mitro. Semasa berkarir di militer Pak Mitro pernah menjabat sebagai Wakil Panglima ABRI. Namun jabatan yang paling strategis yang pernah dipegang Pak Mitro adalah Pangkopkamtib. Ini jabatan prestius yang pernah ada di era Pak Harto (Soeharto). Pangkat terakhir Pak Mitro adalah jenderal bintang empat.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini