Soal “Srikandi” di Kabinet, Jokowi Kalahkan SBY

by
February 9th, 2015 at 10:29 am

CiriCara.com – Penguatan kesetaraan gender di segala bidang kehidupan terus disuarakan. Terutama pasca reformasi. Kebijakan affirmasi politik perempuan pun sudah termuat dalam beberapa Undang-Undang, khususnya dalam regulasi paket politik. Misalnya, syarat kepengurusan partai mesti memuat setidaknya 30 persen perempuan. Pun untuk syarat daftar calon legislatif yang disorong partai, diberlakukan syarat dari total daftar calon di setiap daerah pemilihan minimal 30 persen harus calon perempuan. Itupun jangan sekedar 30 persen. Tapi calon perempuan, jangan ditaruh di nomor sepatu.

foto kabinet kerja jokowi-jk

Kabinet Kerja – Ist/detik.com

Lalu bagaimana di kabinet? Peran perempuan di kabinet sekarang mulai menggeliat dan diperhitungkan. Faktanya, perempuan pun mulai dipercaya menduduki posisi kementerian strategis dan penting. Di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I yang disusun di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla misalnya, beberapa pos kementerian di isi oleh kaum hawa. Bahkan, beberapa diantaranya menjadi menteri di kementerian yang strategis.

Contohnya, adalah Sri Mulyani Indrawati, yang diangkat menjadi Menteri Keuangan. Kementerian Keuangan sendiri adalah salah satu kementerian utama dalam pemerintahan. Sebab kementerian ini adalah ‘otaknya’ Presiden dalam mengelola keuangan Negara.

Bahkan ketika Boediono,Menteri Koordinator Perekonomian terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia, Sri Mulyani yang kemudian dipercaya SBY menjadi pelaksana tugas Menko Perekonomian.

Kaum hawa lainnya yang dipercaya Presiden SBY mengisi kabinetnya adalah Mari Elka Pangestu. Mari diplot menjadi Menteri Perdagangan, salah satu posisi menteri yang juga penting. Perempuan lainnya yang masuk kabinet adalah Siti Fadilah Supari yang jadi Menteri Kesehatan, lalu Meuthia Hatta Swasono yang diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan. Jadi dari total 34 menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I, 4 orang diantaranya adalah perempuan. Merekalah para ‘srikandi’ yang mewarnai kabinet.

Pada 2009 SBY kembali terpilih jadi Presiden untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menang dalam pemilihan presiden 2004 bersama Jusuf Kalla. Kali ini ia tak lagi berpasangan dengan Jusuf Kalla, tapi dengan Boediono, mantan Menko Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia. Setelah terpilih dan dilantik, SBY bersama Boediono segera menyusun daftar para pembantunya yang akan mengisi kabinetnya. Kabinet yang disusun SBY kembali diberi nama Kabinet Indonesia Bersatu. Publik selalu menyebutnya Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, merujuk pada periode kedua kepemimpinan SBY.

Di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, SBY kembali memasukan beberapa nama perempuan untuk mengisi sejumlah pos kementerian. Bahkan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, jumlah menteri perempuan bertambah. Mereka adalah. Endang Rahayu Sedyaningsih yang diangkat menjadi Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi yang dilantik jadi Menteri Kesehatan pasca menggantikan Endang yang meninggal karena penyakit kanker. Nama lainnya adalah, Mari Elka Pangestu mantan Menteri Perdagangan yang kali ini dipercaya menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pos Menteri Pariwisata sebelumya di isi oleh Jero Wacik.

Kaum hawa lainnya di kabinet adalah Linda Amalia Sari yang dipercaya untuk menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kemudian Armida Alisjahbana yang diplot menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Comment di sini