Jokowi, Kepala Daerah Pertama yang Jadi Presiden

by
February 11th, 2015 at 2:06 pm

CiriCara.com – Pada 21 Juni 1961, lahirlah seorang anak laki-laki dari rahim perempuan bernama Sujiatmi Notomiharjo. Awalnya sang ayah, Noto Mihardjo memberi nama kecil Mulyono. Tapi kemudian diganti menjadi Joko Widodo. Setelah Joko lahir, menyusul kemudian lahir adik-adiknya. Joko Widodo punya tiga adik semua perempuan yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati.

jokowi

Joko Widodo – Ist

Selepas lulus dari SMA 6 Solo (Surakarta), Joko Widodo melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengambil jurusan Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM. Pada 1985, Joko Widowo lulus dari UGM. Setahun kemudian, tepatnya 24 Desember 1986, ia menikah dengan Iriana. Dari Iriana, lahir tiga putranya yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Sebelum jadi pengusaha mebel, Joko Widodo sempat bekerja di PT Kraft Aceh. Tapi ia kemudian memutuskan keluar dan bekerja di CV Roda Jati,perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan milik Pakdenya. Kemudian, ia memutuskan mendirikan usaha sendiri yang ia beri nama CV Rakabu. Jatuh bangun ia bangun perusahaannya. Bahkan sempat hampir bangkrut. Tapi dengan keuletannya, CV Rakabu mulai berkembang. Hingga ia kemudian berkenalan dengan M Romaknan yang memberi julukan Jokowi. Julukan itulah yang hingga kini jadi ‘tanda pengenal’ Joko Widodo. Bahkan bisa dikatakan, nama Jokowi lebih familiar ketimbang nama lengkapnya.

Pada 2005, Jokowi ‘banting setir’ jadi politisi. Di tahun itu, ia maju mencalonkan diri jadi calon Wali Kota. PDIP dan PKB, menjadi partai pengusungnya. Bersama F.X Hadi Rudyatmo yang jadi calon Wali Kota, Jokowi maju gelanggang. Dewi fortuna politik pun berpihak padanya, ia terpilih jadi Wali Kota. Banyak gebrakan yang dilakukan Jokowi, hingga namanya pun harum di Surakarta, kota yang dipimpinnya.

Pada 2010, Jokowi kembali maju dalam pemilihan Wali Kota. Ia maju kembali bersama FX Hadi Rudyatmo. Kali ini, pasangan Jokowi dan FX Rudi menang besar. Pasangan yang diusung PDIP itu sukses mendulang 90,09 persen. Perolehan suara yang bisa dikatakan fantastis. Jokowi kembali memimpin Solo untuk periode 2010-2015.

Namun belum juga merampungkan masa jabatannya, pada 2012 Jokowi ‘ditarik’ PDIP ke ibukota untuk bertarung memperebutkan kursi Gubernur Jakarta. Bersama Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Jokowi maju gelanggang pemilihan. Jokowi majuu disokong PDIP dan Gerindra. Kembali dewi keberuntungan menaungi Jokowi. Meski yang dilawan adalah petahana, Jokowi dan Ahok berhasil memenangi ‘pertempuran’. Di putaran dua pemilihan gubernur ibukota, Jokowi – Ahok sukses mengalahkan Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli. Fauzi Bowo atau Foke, adalah Gubernur Jakarta atau petahana yang kembali maju gelanggang.

Kambali Jokowi belum sempat merampungkan masa jabatannya di Jakarta, karena pada 2014 ia diberi mandat oleh PDIP untuk bertarung dalam pemilihan presiden. Ia diplot oleh banteng moncong putih sebagai calon presiden. Jokowi pun akhirnya resmi menjadi capres dengan sokongan beberapa partai yakni PDIP, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKPI. Sebagai calon wakil presiden dipasang Jusuf Kalla. Lagi-lagi dewi fortuna berpihak kepada Jokowi. Bersama dengan Jusuf Kalla, Jokowi memenangi ‘medan tempur’ pemilihan presiden mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Pada 20 Oktober 2014, Jokowi dan Jusuf Kalla resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2014-2019, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Maka, jika melihat jejak karir Jokowi hingga menjadi Presiden alurnya sangat lengkap. Step by step Jokowi merangkak naik. Kenaikan kelas Jokowi pun sangat runut, tak langsung meloncat ke atas. Dari Wali Kota, naik terpilih jadi Gubernur. Dari Gubernur sekarang naik kelas jadi Presiden. Sejarah pun mencatat, Jokowi adalah kepala daerah pertama yang menjadi presiden. Ia pernah jadi kepala daerah di Solo, lalu naik jadi kepala daerah di Jakarta, naik kembali menjadi kepala pemerintahan di Indonesia.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini