Makanan yang Tak Bisa Dipisahkan dari Daerahnya

by
February 13th, 2015 at 2:30 pm

CiriCara.com – Banyak makanan yang terkenal karena asal daerahnya. Makanan tersebut dikenal karena tak bisa dipisahkan dari asal makanan itu berasal. Jadi menyebut makanan itu tak afdol jika tak menyertakan nama daerah asal makanan tersebut.

soto ayam, soto ayam kuning, soto ayam kuah kuning

Soto – Ist

Namun yang pasti, nama daerah yang melekat pada menu makanan jadi penunjuk sahih asal usul makanan tersebut. Jadi, mempermudah si penyantap untuk menentukan menu yang dipilih. Makanan apa saja yang selalu tak bisa ‘diceraikan’ dengan nama daerahnya? Mari kita lacak satu persatu.

Pertama Soto Lamongan. Ya, Soto Lamongan adalah penanda bahwa soto itu berasal dari Lamongan, atau itu soto khas Lamongan. Jadi, bila ada rumah makan atau tenda penjual makanan mencantumkan tulisan ‘Soto Lamongan’ artinya ia menyediakan soto dari Lamongan. Pembeli penyuka soto Lamongan pun dipermudah dengan keterangan itu. Sehingga tak perlu menerka-nerka soto apa yang disediakan penjual. Karena bila yang tercantum hanya tulisan ‘soto ayam’ bisa saja penggemar berat soto Lamongan, akan kecewa setelah mengetahui soto yang dihidang di atas meja bukan soto yang digemari.

Lamongan sendiri adalah nama sebuah Kabupaten di Jawa Timur. Di kabupaten ini, soto menjadi salah satu makanan khasnya. Atau dalam kata lain, soto adalah kuliner khas dari Lamongan. Dan, saking khasnya, soto dan Lamongan tak bisa dipisahkan, selalu melekat atau menyatu. Mau soto itu dijual di Jakarta atau Papua, nama Lamongan akan selalu dicantumkan. Ciri khas dari soto Lamongan adalah bumbu koyanya.

Lalu makanan apa lagi yang tak bisa dipisahkan dari daerahnya? Sate Madura, adalah menu kuliner lainnya yang tak bisa diceraikan dengan daerah asal makanan tersebut. Madura sendiri adalah nama sebuah pulau di ujung timur Pulau Jawa. Letak Madura berdekatan dengan Surabaya. Kini Madura telah tersambung dengan Pulau Jawa, setelah dibangunnya jembatan ‘Suramadu’ atau jembatan Surabaya Madura. Sate adalah kuliner khas Madura.

Di Jakarta, banyak orang Madura yang berjualan sate. Dan untuk membedakan dengan penjual sate asal daerah lain, nama Madura selalu disematkan dalam menu yang ditawarkan. Jadilah Sate Madura tak terpisahkan. Sate Padang, adalah menu kuliner yang tak bisa dipisahkan dengan daerah asal makanan itu. Jika anda menemui penjual sate, lalu di gerobak atau tendanya itu tertulis Sate Padang, itu adalah penjual sate khas Padang.

Kuliner baso pun ada yang tak terpisahkan dengan daerahnya. Baso Wonogiri adalah salah satunya. Kuliner mie ayam juga begitu, ada yang selalu menyematkan daerah asalnya, yakni mie ayam Gajah Mungkur. Daerah lain yang tak terpisahkan dengan kuliner khasnya adalah Bogor. Bogor selalu dilekatkan pada satu menu kulinernya yakni soto mie. Penjual soto mie, dipastikan akan selalu menambahkan kata Bogor di belakang kata soto mie. Ini untuk memberitahu pembeli bahwa soto mie yang dijualnya aseli berasal dari Bogor.

Bandung juga tak bisa dilepaskan dari menu kuliner yang satu ini. Menu kuliner yang tak bisa dilepaskan dengan nama Bandung adalah mie kocok Bandung. Meski mie kocok itu dijual di Bandung, selalu kata Bandung diikut sertakan. Nama daerah lain yang tak bisa dilepaskan dari menu kuliner mie, adalah Aceh. Mie Aceh adalah satu kesatuan menu kuliner yang tak terpisahkan.

Palembang juga tak bisa diceraikan dengan menu kuliner pempek. Pempek Palembang, adalah satu kesatuan, sama dengan mie Aceh atau soto Lamongan. Begitu juga Sumedang yang tak bisa dilepaskan dengan kuliner tahunya. Atau soto Kudus, Soto Betawi atau juga rujak cingur Surabaya. Jadi lewat kuliner, nama daerah ikut dipromosikan.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini