Pamor Batu Akik yang Terus Naik

by
February 13th, 2015 at 11:31 am

CiriCara.comBerburu batu akik, kini tengah digandrungi warga. Bukan hanya warga biasa yang gandrung batu akik. Tapi yang gandrung mulai dari tukang bajaj, hingga pejabat tinggi negara. Dimana-mana kini muncul para pedagang cincin bertahtakan batu. Mereka membuka lapak di pinggir-pinggir jalan. Bahkan, ada yang sampai buka lapak di perumahan-perumahan.

batu akik

Batu Akik – Ist

Nama-nama batu akik pun jadi trend. Jadi topik pembicaraan dimana-mana, mulai dari obrolan di cafe sampai warung kopi pinggir jalan. Nama batu akik yang ngentren adalah bacan, merah delima, black oval, sungai dareh, panca warna dan lainnya. Kata Zainal Pringadi, teman saya yang sekarang menggemari batu akik, yang lagi ngetren adalah batu bernama ‘sungai dareh’. Batu akik ‘sungai dareh’ ini berasal dari Sumatera Barat. Tepatnya, berasal dari sungai dareh yang katanya ada di dekat gunung Kerinci, di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat. Entahlah benar atau tidak, tapi itu menurut keterangan Zainal yang sedang gandrung batu akik.

Namun memang memakai batu akik tengah mewabah. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon misalnya mengaku ia kini sedang gemar berburu batu akik. Jadi yang gemar batu akik, tak hanya Zainal teman saya yang jadi pembantu di rumah orang Jepang, tapi juga Fadli Zon, yang notabene berstatus pejabat lembaga tinggi negara.

Jika pejabat tinggi negara saja sudah berburu batu akik, itu menunjukan pamor batu tersebut memang tengah naik daun. Harganya pun tak main-main untuk batu yang memang dianggap langka dan berkualitas bagus. Harga satu batu yang sudah diolah, digosok dan dipadupadankan dengan cincin cantik bisa mencapai jutaan rupiah. Bahkan bagi yang masih percaya hal-hal magis, batu akik selalu dibumbui oleh kisah-kisah gaib. Katanya batu bacan mengandung kekuatan magis. Katanya, batu merah delima adalah batu yang bisa jadi jimat. Batu ini katanya, bisa jadi jimat penglaris atau untuk menarik rasa lawan jenis. Bisa juga untuk menaikan karir.

Maka, batu itu pun kian naik pamornya. Bagi yang percaya akan tuah dari dunia gaib, akan langsung percaya begitu saja. Bahkan bisa tanpa pikir panjang, berapa pun harganya akan ditebus demi dapat batu merah delima yang sudah dianggapnya jimat bertuah. Namun memang, bisnis batu akik tengah menggeliat di Tanah Air. Koran Kompas, edisi Kamis 29 Januari 2015, pernah menurunkan berita tentang geliat harga batu akik yang kian naik.

Berita di Kompas, mengisahkan meroketnya harga batu akik di Bumi Serambi Mekah. Misalnya, bahan mentah batu ‘mulia’ asal Aceh jenis idocrase kualitas super mencapai 200 juta per kilogramnya. Wow, harga yang fantastis. Padahal masih menurut berita tersebut, harga batu idocrase setahun lalu hanya 400 ribu per kilogram. Keterangan soal meroketnya harga batu akik jenis idocrase, mengutip penjelasan seorang pengusaha batu akik asal Aceh Aidil Gemstone yang jadi salah satu narasumber di berita tersebut.

Kenapa harga batu jenis idocrase meroket? Menurut keterangan Aidil seperti yang dikutip Kompas,penyebabnya adalah jenis batu ini jadi pemenang dalam ajang Indonesian Gemstone Competition and Exhibition 2013 dan 2014 yang digelar di Jakarta. Karena menang di ajang itulah, batu jenis idocrase harganya meroket dari yang tadinya hanya 400 ribu per kilogram, menjadi 200 juta per kilogram. Wuihhh….peningkatan harga yang luar biasa dan fantastis. Tak heran, bila Fadli Zon, Wakil Ketua DPR ikut tertarik berburu batu akik. Entah karena suka, atau motifnya adalah bisnis.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini